Petinggi PDIP Ini Prihatin Kasus Intoleransi Kerap Terjadi di Bantul

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto. - Suara.com/Stephanus
27 November 2019 20:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16). Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku prihatin terhadap maraknya intoleransi yang terjadi di wilayah Bantul.

Intoleransi itu terakhir terjadi dalam bentuk pelarangan upacara leluhur lintas agama untuk Ki Ageng Mangir di Dusun Mangir Lor, Desa Mangir, Pajangan, Bantul, pada Selasa (12/11/2019) lalu.

Kegiatan yang dihadiri oleh anggota komunitas dari berbagai latar belakang agama dan berniat mendoakan bumi agar tak kekeringan itu dibubarkan oleh polisi dan warga sekitar.

"Kami datang membawa pesan ideologis mengingat Yogyakarta adalah miniatur Indonesia. Sebagai cermin bagaimana Pancasila harusnya sungguh hidup. Maka kami sangat prihatin terhadap berbagai bentuk intoleransi yang akhir-akhir ini marak terjadi di DIY termasuk Bantul juga," kata Hasto kepada awak media seusai acara Rakerda di Bantul pada (24/11/2019).

Ia juga mengintruksikan kepada seluruh jajaran PDIP agar merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup.

"Jadi Pancasila harus dijadikan the way of life agar kebebasan dalam beragama dan keyakinan dapat diwujudkan di daerah istimewa ini termasuk di Bantul juga," tegasnya.

"Kami sangat berharap jangan rusak keistimewaan ini dengan sikap-sikap yang dapat merusak aspek Pancasila dalam kehidupan dan berbangsa," katanya.