Hilang 2 Hari, Nelayan dan Anaknya Ditemukan Meninggal di Pantai Watu Lumbung

Tim SAR Gabungan membawa jenazah nelayan dan anaknya di Pantai Watu Lumbung, Kamis (28/11/2019). - Ist/Dok Tim SAR
28 November 2019 09:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pencarian Tim SAR Gabungan atas hilangnya 2 nelayan yang akibat kapal dihantam ombak saat menebar jaring hingga terbalik membuahkan hasil. Keduanya berhasil ditemukan pada Kamis (28/11/2019) pagi di hari ketiga pencarian.

Koordinator SAR Wilayah 1 Gunungkidul, Sunu Handoko mengungkapkan tim darat sekira pukul 05.02 WIB melihat sesosok yang mencurigakan saat menyisir bebatuan diwilayah pantai Watu Lumbung sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim darat langsung menghubungi tim kapal supaya memastikan sosok tersebut," kata Sunu melalui pesan tertulis kepada Harianjogja.com pada Kamis (28/11/2019) pagi.

Tim kapal yang mendapatkan informasi dari tim darat lantas bergerak ke lokasi yang dimaksud guna memastikan. Saat mendekat di titik tersebut, tim kapal memastikan bahwa sosok tersebut merupakan jenazah.

"Jenazah yang mengapung itu langsung di evakuasi ke pantai Nampu," ujarnya.

Lanjut Sunu, jenazah dilakukan otopsi oleh puskesmas Girisubo dan memastikan korban merupakan jenazah Deni Setiawan, 13, korban kecelakaan kapal terbalik pada Selasa (26/11/2019) di laut Watu Lumbung. Usai memastikan, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Setelah mengevakuasi korban Deni, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian. Tim kapal kembali menyisir wilayah TKP, tak berselang lama, 1 jenazah kembali ditemukan sekitar 50 meter dari TKP. Hasil otopsi dipastikan korban adalah Pujiono, 40.

"Jenazah Pujiono langsung di evakuasi ke darat dan dibawa ke rumah duka," ujarnya.