Pembacokan di Gondomanan Jogja Diduga Klithih, Pelaku & Korban Tak Saling Kenal

Kapolsek Gondomanan Kota Jogja Kompol Purwanto (tengah) menunjukkan sebilah pedang yang diamankan dari pelaku klitih berinisial RK dan RD, Minggu (1/12/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
01 Desember 2019 21:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Polisi masih menelusuri motif pembacokan pelajar SMA oleh dua pelajar SMP di Jalan Ireda, Gondomanan, Minggu (1/12/2019) pukul 02.30 WIB. Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban dan pelaku tak saling kenal.

Wakasat Reskrim Polresta Jogja Iptu Basungkawa mengatakan polisi menyita sebilah pedang sepanjang sekitar 60 sentimeter yang dipakai untuk membacok korban, serta dua helm, dan sebuah jaket. Polisi mengembangkan kasus tersebut.

Lantaran pelaku masih di bawah umur, pemeriksaan akan dilakukan dengan pendampingan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jogja.

“Sementara masih kami periksa, belum kami tetapkan tersangka, motifnya juga belum diketahui,” katanya.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban dan pelaku tidak saling kenal. Pelaku membawa pedang untuk mencari sasaran secara acak atau klithih. Basungkawa mengatakan sebelum meringkus dua bocah SMP, polisi juga menangkap dua teman pelaku yang juga sedang mencari sasaran klithih di Simpang Empat Rejowinangun, Kotagede. Kelompok itu sengaja keluar malam untuk melakukan aksi klitih.

“Saat itu menurut informasi juga ada yang dicambuk oleh gerombolan ini, tetapi tidak melaporkan. Kami setiap malam melakukan peningkatan kegiatan rutin untuk pengamanan,” ucapnya.

Seorang pelajar kelas XII SMA, Muhammad Angga, 18, diserang dua bocah SMP hingga menderita luka bacok di pergelangan tangan. Meski terluka, Angga bertahan mengendarai sepeda motor hingga ambruk di depan Mapolsek Umbulharjo, Kota Jogja. Setelah mengumpulkan informasi, polisi meringkus dua pelaku yang masih duduk di bangku SMP: RK, 15, dan RD, 14.

Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto mengatakan sebelum dibacok, korban bermaksud mencari makan dengan mengendarai motor seorang diri di Simpang Empat Gondomanan menuju ke selatan di Jalan Brigjen Katamso.

Dua pelaku yang mengendarai Vario warna putih membuntuti dan sempat menendang korban. Saat itu, korban terus melanjutkan perjalanan, berusaha menghindar dan melintas di Jalan Ireda. Pelaku kemudian membacok pergelangan tangan kiri Angga dengan pedang.

Angga berusaha mencari pertolongan dengan terus mengendarai motor, kemudian ambruk di depan Mapolsek Umbulharjo. Dia ditolong petugas kepolisian dam dibawa ke RSUP Sardjito.

Kompol Purwanto mengatakan Angga bisa dimintai keterangan, sehingga polisi dengan cepat mendapatkan ciri-ciri pelaku: mengendarai Vario putih, bercelana pendek, mengenakan helm hitam, dan salah satu dari mereka memakai jaket hitam.

Berbekal keterangan itu, polisi meringkus RK dan RD di Banguntapan, Bantul sekitar pukul 06.30 WIB. Keduanya tercatat sebagai pelajar salah satu SMP swasta di Kota Jogja.

“RK ini bertindak sebagai eksekutor [pelaku pembacokan], sedangkan RD joki yang mengendarai motor. Keduanya kelas VIII dan IX SMP swasta. Pedang ini kami temukan di rumah pelaku, karena setelah melakukan tindakan [pembacokan], mereka membawa pedang dibawa ke rumahnya. Penangkapan kami lakukan di rumah temannya,” katanya.

Pihaknya tetap berpegang pada aturan dalam menangani kasus tersebut karena pelaku masih di bawah umur. Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP. Adapun korban hingga Minggu sore dalam keadaan stabil. “Menurut informasi tadi siang [korban] sudah menjalani penindakan medis,” katanya.