Ini Urutan Desa di Sleman yang Warganya Diundang Sosialisasi Proyek Tol Jogja

Ilustrasi jalan tol. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
03 Desember 2019 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah mulai menyosialisasikan rencana pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen yang melintasi wilayah DIY, mulai Rabu (4/12/2019).

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman menjadi lokasi pertama sosialisasi rencana pembangunan jalan tol untuk wilayah Sleman.

Setelah itu, Tim akan memulai sosialisasi kepada warga Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani dan Purwomartani Kalasan. "Sosialisasi dilakukan secara bertahap dimulai dari sisi paling timur Sleman. Mulai Desember 2019 hingga Januari 2020," katanya, Selasa (3/12/2019).

Warga terdampak akan diberikan sosialisasi untuk mendukung program strategis nasional. Krido mengatakan trase jalan tol yang disosialisasikan kepada warga akan menjadi dasar penerbitan izin penetapan lokasi (IPL).

Dia berharap agar proses sosialisasi bisa berjalan sesuai target dan jadwal yang ditetapkan oleh tim persiapan pembangunan jalan tol. "Kebutuhan lahan terdampak jalan tol di wilayah Bokoharjo sebanhak 165 bidang dengan luas 80.352 meter persegi," katanya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Totok Wijayanto mengatakan total bidang tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan tol di wilayah DIY sekitar 1.744.068 meter persegi atau sebanyak 2.506 bidang.

"Adapun estimasi total investasi untuk ganti rugi lahan dipekirakan Rp5 triliun. Pembebasan lahan ini kami selesaikan selama 2020. Untuk konstruksi dimulai pada 2021 dengan target operasional pada 2024. Nilai investasi sebesar Rp 25 triliun, ini khusus untuk tol Jogja-Solo," katanya.