Putri Mahkota Denmark Dijamu Keluarga Kraton Jogja

Putri Mahkota Kerajaan Denmark Mary Elizabeth Donaldson (kiri) menerima cinderamata dari Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X saat berkunjung ke Kraton Jogja, Rabu (4/12/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
04 Desember 2019 22:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Putri Mahkota Denmark Mary Elizabeth Donaldson mengunjungi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (4/12/2019). Kunjungan singkat itu ditemui oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X serta sejumlah keluarga Kraton.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, Mary tiba di Keben, kompleks Kraton Jogja sekitar pukul 11.45 WIB dan diterima oleh putri-putri Kraton, GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, dan GKR Bendara. Mereka pun lantas masuk ke dalam kompleks inti Kraton melewati Regol Srimanganti dan masuk menuju Bangsal Kencono dengan melewati pintu gerbang Donopratopo.

Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X bersama Permaisuri GKR Hemas menyambut Mary di depan Bangsal Kencono dengan diringi alunan musik tradisional Gamelan yang dimainkan oleh para abdi dalem. Sri Sultan HB X memberikan souvenir sebuah buku dan miniatur candi berwarna perak kepada Mary Elizabeth. Prosesi di titik ini hanya berlangsung sekitar 10 menit kemudian menuju ke Bangsal Manis yang berada selatan dekatan Bangsal Kencono.

Di bangsal tempat jamuan makan itu, Sri Sultan HB X, GKR Hemas, dan Mary Elizabeth duduk di meja VVIP. Jamuan makan itu berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Tamu kemudian berpamitan sekitar pukul 13.10 WIB, HB X bersama GKR Hemas mengantarnya hingga pintu Donopratopo. Sedangkan Mary beserta rombongan di antar oleh para putri kraton hingga mobil yang berada di depan regol Srimanganti.

Sultan mengaku tidak ada pembahasan khusus pertemuannya semeja dengan Putri Mahkota Denmark. Mary sempat menanyakan waktu dibangunnya Kraton Jogja. Kedatangan tersebut hanya sekedar jamuan makan siang, mengingat Mary datang ke Indonesia dalam rangka kegiatan BKKBN, kapasitasnya sebagai perwakilan United Nation Fund for Population (UNFP).

"Hanya mengobrol biasa saja, kekeluargaan. Dia tanya Kraton didirikan tahun berapa, lalu saya menjelaskan. Ya kan ibunya dahulu pernah ke sini empat tahun lalu, dia juga mendapatkan cerita dari mertuanya," kata HB X saat menjawab pertanyaan wartawan di Depan Gerbang Donopratopo.

HB X sengaja tidak menerima tamu tersebut Gedong Jene tetapi di Bangsal Manis karena waktu pertemuan hanya sekitar 60 menit untuk jamuan makan siang. Dalam jamuan makan siang itu, Mary disuguhi sejumlah menu mulai dari rawon, nasi kuning dengan minuman berupa es kelapa. "Memang waktunya hanya sejam dan hanya untuk makan siang. Beliau ini datang [ke Jogja] jadi UNFP makanya dia dari New York, dari sini [kraton], masih ada kunjungan lain," katanya.

GKR Mangkubumi mengaku sempat berbicara beberapa hal dengan Mary, salah satunya keaktifannya di UNFPA yang fokus tentang kepemudaan. Hal itu sejalan dengan dirinya yang juga aktif di kepemudaan.

Mary, kata Mangkubumi, sangat mengapresiasi program Unala yang digelar di DIY. Unala merupakan aringan waralaba sosial yang didirikan oleh UNFPA untuk mengurangi permasalahan kesehatan seksual dan reproduksi remaja di DIY. “Beliau [Mary] menyampaikan Unala bagus, dokternya muda, servis bagus, dokter menjadi sahabat bagi remaja,” ucapnya.