Peternak Andalkan Pakan dari Luar Daerah

Pedagang menurunkan tebon untuk pakan ternak di Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Rabu (4/12/2019) - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
04 Desember 2019 20:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau panjang membuat peternak dan pedagang pakan ternak di Gunungkidul kesulitan memperoleh pakan. Untuk memperoleh pakan seperti tebon (batang tanaman jagung) sejumlah pedagang harus mendatangkan dari daerah lain seperti dari Klaten, Jawa Tengah.

Supriyadi, 49, pedagang pakan asal Desa Semanu, Kecamatan Semanu, mengaku harus mengambil pakan dari Klaten, Jawa Tengah. "Saat kemarau di Gunungkidul tidak ada petani yang menanam jagung," kata Supriyadi saat ditemui Harian Jogja, Rabu (4/12/2019).

Supriyadi menjelaskan pakan seperti tebon sangat dicari para peternak. Selain harganya tidak terlalu mahal, tebon juga tahan lama. “Untuk satu rit truk tebon dengan jumlah sekitar 4.000 ikat langsung ludes hanya dalam waktu beberapa jam. Satu ikat harganya Rp5.000," kata dia.

Sukirmanto, 52, seorang peternak asal Desa Semanu mengaku mengandalkan pakan ternak yang dibelinya dari para pemasok seperti Supriyadi. Menurutnya, selama kemarau stok pakan miliknya sudah habis. "Saya terpaksa membeli karena stok pakan di ladang sudah habis,” katanya.