Sejumlah Proyek Besar Dibangun di Sleman

Seorang petugas membongkar bagian atap Gedung DPRD Sleman, belum lama ini. - Harian Jogja/Arief Junianto
04 Desember 2019 10:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tahun depan sejumlah proyek besar akan dibangun di wilayah Sleman. Selain Gedung DPRD Sleman dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Sleman, rencana pembangunan Taman Budaya Sleman serta pembebasan lahan jalan baru yang menghubungkan Prambanan-Lemahbang juga dilakukan pada 2020 mendatang.

Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi mengatakan akses jalan baru akan dibangun di wilayah Prambanan. Akses jalan dari Sleman ke Gunungkidul tahun depan mulai masuk tahap pembebasan lahan. "Ini jalan baru yang dibangun, mulai dari Bokoharjo hingga jembatan Lemahabang," katanya, Selasa (3/12/2019).

Jalan tersebut nantinya menjadi jalan alternatif menuju Gunungkidul. Dari jembatan Lemahabang warga bisa menuju ke Ngelangeran tanpa harus melewati jalur utama jalan Wonosari-Jogja. Jalan baru ini juga terkoneksi jalan tol yang exit tol nya berada di wilayah Bokoharjo, Prambanan. "Nanti ada exit tol, mau ke Wonosari langsung nyambung dengan jalan baru itu," katanya.

Tidak hanya akses ke Gunungkidul, keberadaan jalan tersebut nantinya akan membuka wisata Prambanan. Menurutnya, ada sekitar 27 spot wisata alam di wilayah Prambanan yang akan terbuka luas bagi wisatawan. "Dana pembebasan lahannya menggunakan dana provinsi karena itu termasuk jalan provinsi" katanya.

Jalan baru ini merupakan kelanjutan jalan yang dibangun oleh Pemda DIY pada 2018 lalu. Jalur tersebut juga menjadi alternatif bagi wisatawan yang selama ini hanya mengakses jalan Wonosari-Jogja untuk naik ke Gunungkidul.

"Jadi dengan akses jalan seperti ini nantinya akan mengurai kemacetan di jalur bokong semar. Pembangunan fisiknya akan dilakukan tahun depan," katanya.

Selain proyek tersebut, pembangunan gedung DPRD Sleman yang dianggarkan Rp118 miliar dan Gedung MPP Sleman juga akan dilakukan tahun depan. Gedung MPP yang akan dibangun merupakan gedung baru yang nantinya akan melengkapi keberadaan gedung MPP saat ini. "Nanti seluruh proses perizinan akan ada dalam satu atap. Masyarakat tinggal menyelesaikan semua urusan perizinan di MPP," katanya.

Tak hanya itu, rencana pembangunan Taman Budaya Sleman juga akan dilakukan tahun depan. Taman Budaya tersebut, kata Kunto akan menempati lahan seluas tiga hektare di wilayah Dusun Temon, Pandowoharjo, Sleman. Lahan hingga dana pembangunan menggunakan dana keistimewaan (Danais).

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Aji Wulantara mengatakan anggaran pembebasan lahan dianggarkan Rp30 miliar sementara pembangunan fisik sekitar Rp125 miliar. Taman Budaya tersebut, kata Aji, mengusung konsep laboratorium budaya, menjadi sumber inspirasi dan edukasi kebudayaan bagi warga Sleman.

"Nantinya tradisi-tradisi yang ada di masyarakat akan divisualisasikan di taman tersebut," kata Aji.