Menginjak Usia 70 Tahun, UGM Bertekad Cetak SDM Inovatif

Rektor UGM, Panut Mulyono (berdiri di mimbar) saat memaparkan isi pidatonya dalam lustrum ke-14 UGM di Grha Sabha Pramana (GSP) pada Kamis (19/12/2019) pagi.-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
19 Desember 2019 20:37 WIB Rahmat Jiwandono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN— Budaya akademik inovatif menjadi isu besar yang dibahas dalam peringatan Dies Natalis ke-70 UGM atau lustrum ke-14 kampus tersebut pada Kamis (19/12/2019).

Acara yang digelar di Grha Sabha Pramana (GSP) itu sekaligus menjadi ajang pemberian penghargaan kepada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rektor UGM Panut Mulyono dalam pidatonya menekankan budaya akademik inovatif untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul serta menguatkan kedaulatan bangsa.

Ia mengatakan dunia global saat ini semakin dinamis dengan perubahan yang cepat, masif, dan sulit diprediksi. Oleh sebab itu, diperlakukan pemecahan masalah, SDM yang inovatif, responsif, fleksibel, antisipatif dan adaptif terhadap perubahan dan disrupsi. "Tidak terkecuali pada penyelenggaraan pendidikan tinggi," kata Panut, Kamis kemarin.

Menurut Panut tantangan pendidikan secara global di abad ke-21 adalah menjembatani kesenjangan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan dunia kerja serta kebutuhan inovasi.

Perkembangan teknologi digital melalui big data, Internet of things, Artificial Intelligence (AI), robot, drone, print tiga dimensi, cloud computing, sensor, 5G, virtual reality, audio reality dan sharing telah membawa perubahan besar dan mendisrupsi banyak hal.

Dunia pendidikan juga mengalami perubahan besar dengan banjirnya informasi dan media yang menjadi sumber belajar eskternal yang telah menggeser peran dosen sebagai guru dan satu-satunya sumber pengetahuan.

Dosen kini hanya menjadi seorang fasilitator dan motivator untuk mendampingi agar mampu memilah dan memilih jutaan sumber yang ada.

"Ada kenaikan pemanfaatan konten digital, di mana angka unduhan pada 2018 sebanyak 4,1 juta berkas menjadi 6,7 juta berkas," kata dia. Kondisi tersebut terjadi karena adanya perubahan radikal dalam konsep dan praktik pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam bidang pendidikan, pergeseran paradigma dikontrol oleh perkembangan globalisasi dan internasionalisasi, kebutuhan reformasi pendidikan, perubahan karakteristik sosial ekonomi masyarakat serta kemunculan berbagai inovasi teknologi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UGM merespons melalui berbagai strategi dan inovasi kerangka kerja pendidikan inovatif. "Prinsip kami yaitu tujuan ketercapaian visi, misi dan nilai-nilai UGM, fleksibilitas, pemberian ruang berinovasi, peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi terkini dan dampak sosial yang luas," katanya.

Pemberian Penghargaan
Di perayaan dies natalis kali ini, UGM memberikan anugerah Hamengku Buwono (HB) IX kepada mantan Wapres Jusuf Kalla. UGM menilai Jusuf Kalla merupakan tokoh yang berjasa dalam bidang sosial kemasyarakatan.

"Kiprahnya memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas berpikir dan kesejahteraan masyarakat serta berperan aktif bagi kemajuan, kemakmuran dan perdamaian umat manusia," kata Panut Mulyono.

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada mantan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo atas dedikasinya mengabdi kepada masyarakat.