Kepadatan Kendaraan di Jalan Magelang-Jogja Terurai Setelah Petugas Terapkan Sistem Ini

Pergerakan kendaraan lalu lintas berdasarkan pantauan dari pospam Tempel Desa Margorejo Kecamatan Tempel, Sabtu (28/12/2019). - Harian Jogja/ Hafit Yudi Suprobo
29 Desember 2019 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Arus lalu lintas di Jalan Magelang yang menjadi jembatan dua wilayah antara Jawa Tengah dan DIY berdasarkan pantauan di pospam Tempel dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB masih padat merayap.

Namun demikian, Kapospam Tempel Iptu Wisnu Triono menyebut pada saat menginjak pukul 18.30 WIB arus lalu lintas berangsur normal.

"Untuk mengurai kepadatan lalin tersebut kami gunakan sistem penarikan atau flash, yaitu memperlama waktu jalan yang dari arah Jateng menuju Jogja, begitu pula sebaliknya, untuk perbandingannya 2 banding 1, sehingga kepadatan bisa terurai," ujar Iptu Wisnu kepada Harianjogja.com, Sabtu (28/12/2019).

Lebih lanjut, unsur petugas mulai dari personel pospam Tempel turun kejalan tanpa kecuali, dibantu dengan kehadiran personel TNI dan relawan dengan total petugas sebanyak 21 orang.

Tak lupa, kembali ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan cek kendaraan masing-masing sebelum memutuskan untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi.

"Pengemudi diimbau selalu memperhatikan kelengkapan mobil, rem, dan mesin agar tidak macet di tengah jalan, karena kalau macet bisa menghambat arus lalu lintas," tutupnya.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan jika jajarannya juga akan mempersiapkan upaya rekayasa lalu lintas yang bakal dilaksanakan oleh pada saat momen malam tahun baru.

Adapun, titik yang perlu diwaspadai berdasarkan informasi di lapangan antara lain di simpang Maguwo, Bandara Adisutjipto, Simpang Empat Monjali dan Kentungan dan di Gamping. Rekayasa lalu lintas akan dilaksanakan secara manual atau pengalihan arus lalu lintas.

Pengalihan arus menjadi satu jalur juga akan dilakukan oleh jajaran satlantas Polres Sleman dengan melihat situasi dan kondisi di jalur jalur yang sudah dilakukan pemetaan sebelumnya. "Kalau memang diperlukan untuk satu arah akan kami lakukan," tutupnya. (Hafit Yudi Suprobo)