Malioboro Bebas Kendaraan, Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kota Jogja saat Libur Nataru

Pengunjung Malioboro berfoto di tengah jalan saat uji coba bebas kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
20 Desember 2019 20:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan Kota Jogja menyiapkan manajemen lalu lintas khususnya di sekitar Malioboro yang akan menjadi pusat keramaian. Mulai Jumat (20/12/2019), kepadatan lalu lintas mulai meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menjelaskan pihaknya telah memetakan beberapa titik yang akan cukup padat pada momen Nataru besok, yakni kawasan transportasi seperti stasiun dan terminal, kawasan wisata meliputi Malioboro, Kraton, Taman Pintar dan Gembiraloka Zoo, serta kawasan ekonomi meliputi Uripsumoharjo, Mangkubumi, Bringharjo dan sejumlah pasar lainnya.

Khusus untuk perayaan Natal, sejumlah kawasan gereja juga akan dipadati, seperti Kotabaru, Wahidin, Bayangkara, Jalan Bantul, Am Sangaji dan Hayamwuruk. "Khusus tahun baru fokus ke Malioboro, Tugu, XT Square dan Jalan Magelang," katanya.

Pada Selasa (31/12/2019), Malioboro akan ditutup bagi kendaraan mulai pukul 18.00 WIB. Penutupan dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi terjebaknya kendaraan di dalam Malioboro, sementara para pengunjung sudah berada di jalan.

Kanalisasi akan dilakukan di dua ruas, yakni Jalan Kusuma Negara sekitar GL Zoo dan Jalan Mataram. Lalu water berier akan dipasang di sejumlah titik, di antaranya simpang tiga GL Zoo, simpang Senopati, Jalan Mataram dan Jalan Magelang.

Di Kleringan, jika Malioboro sudah penuh, maka arus akan dialihkan memutar ke Kridosono. "Saat Natal di Jalan sekitar Gereja Kotabaru akan ramai penyeberangan jemaat, maka akan diberlakukan sistem buka-tutup," katanya.

Untuk parkir, pihaknya menyiapkan kantong parkir di Ketandan yang selama ini masih kurang optimal digunakan untuk parkir. Di situ akan diberi petunjuk berupa spanduk. Mulai Senin (30/12/2019) sampai Rabu (1/1/2020), parkiran Abubakar Ali juga akan digunakan sepenuhnya untuk mobil dan motor, bukan bus.

Adapun parkir bus dipusatkan di BI dan Ngabean. Untuk menambah kapasitas, pihaknya juga memeberlakukan manajemen baru bagi bus wisata, yakni saat kedua kantong parkir di atas penuh, akan dialihkan ke Gor Amongrogo dan GL Zoo, yang kemudian diteruskan dengan Transjogja sampai Kepatihan.