Diterjang Angin Kencang, Begini Kondisi SMK N 2 Pengasih

Sejumlah siswa tengah kerja bakti membersihkan sisa pohon tumbang di SMK N 2 Pengasih, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Sabtu (4/1/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 Januari 2020 14:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Rusaknya sejumlah gedung di SMK N 2 Pengasih, akibat diterjang hujan disertai angin kencang pada Jumat (3/1/2020) mengancam kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM).

Wakil Kepala Sekolah Bagian Humas SMK N 2 Pengasih, Subiyanto, mengatakan peristiwa kemarin membuat sedikitnya empat gedung di sekolah yang berlokasi di Dusun Kembang, Desa Margosari, Kecamatan Pengasih itu rusak, meliputi kantor, aula, lab komputer dan bengkel untuk kegiatan praktikum siswa jurusan mesin dan bangunan.

Untuk kantor yang diperuntukkan sebagai ruang kepala sekolah, waka dan layanan administrasi mengalami rusak di bagian langit-langit. Eternit di ruangan tersebut jebol hingga menimbulkan rongga yang cukup lebar. Pun demikian di aula sekolah yang biasa digunakan untuk gedung serba guna dan pusat kegiatan siswa. Bahkan genting yang melapisi atap aula berhamburan. Kondisi serupa juga menimpa Lab komputer dan bengkel yang peruntukannya sebagai tempat KBM.

"Total kerugian berdasarkan hasil pendataan kami ditaksir mencapai Rp80 juta, dampak lainnya KBM yang akan dilangsungkan besok Senin (6/1/2020) kemungkinan bakal terganggu," ungkap Subiyanto ditemui di SMK N 2 Pengasih, Sabtu (4/1/2020).

Dia mengatakan untuk meminimalisir terganggunya KBM dan aktivitas lain di sekolah ini, pihaknya melakukan kerja bakti yang diikuti oleh seluruh karyawan, guru dan OSIS. Kerja bakti dilakukan hari ini sampai Minggu (5/1/2019).

"Untuk sementara kami maksimalkan dengan kegiatan kerja bakti hari ini dan besok, sebagian atap yang terbuka juga langsung dibenahi, sehingga Senin diharap KBM bisa berjalan lancar," ucapnya.

Untuk keperluan renovasi, SMK ini menggunakan dana komite sekolah. Namun karena ada keterbatasan, diharapkan pihak-pihak terkait bisa turut membantu.

Salah satu siswa Wahyu Dwi Asta, berharap seluruh sarana prasarana yang rusak di sekolahnya bisa segera diperbaiki agar KBM berjalan lancar. "Karena musibah kemarin juga ada komputer yang rusak dan sarpras rusak, kami harap bisa segera diperbaiki," ujarnya.