Ada Ancaman Bencana Hidrometerologi, Pemda DIY Ingatkan Peran Desa dan Sekolah Siaga Bencana

Warga Keparakan Lor, Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan mengikuti simulasi bencana banjir, Minggu (24/11/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
07 Januari 2020 01:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY siap membantu kabupaten dan kota dalam melakukan penanganan dampak bencana hidrometerologi. Penanganan dampak diharapkan bisa dilakukan cepat dengan memaksimalkan koordinasi linta sektor.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan penanganan dampak bencana hidrometeorologi dilakukan secara bersama dengan kabupaten dan kota. Menurutnya kabupaten dan kota masih memiliki logsitik yang cukup.

"Kalau masih bisa ditangani kabupaten dan kota ya enggak masalah, karena hasil rapat koordinasi, kabupaten dan kota logistik masih mencukupi, provinsi juga siap. Prinsipnya ditangani bersama, begitu kabupaten kota sudah siap dengan logistik, kami siap support," ungkapnya Senin (6/1/2019).

Namun, lanjut Sekda, DIY akan lebih proaktif dalam memberikan dukungan bantuan dengan tidak sekedar menunggu. Pihaknya meminta BPBD kabupaten dan kota melalui BPBD DIY bisa terus berkoordinasi sehingga penanganan terdampak bisa dilakukan secepatnya. Dari sisi anggaran, Pemda DIY juga sudah menyiapkan, termasuk adanya sisa anggaran tahun sebelumnya bantuan dari Pemerintah Pusat.

"Provinsi tidak menunggu tetapi proaktif, terutama kebutuhan seperti bronjong [penanganan talut] untuk mengurangi bencana lebih besar [longsor] di semua kabupaten dan kota di DIY. Pemetaan kami lakukan, informasi yang kami dapat dari BMKG daerah mana saja yang akan terjadi [bencana], namanya bencana tidak bisa diprediksi, kami lakukan pencegahan," ujarnya.

Ia berharap curah hujan bisa berkurang. Tetapi potensi bencana seperti angin kencang tetap diwaspadai karena DIY berada di wilayah cekungan atau berada di tengah banyak pegunungan. Aji mengatakan daerah bisa memaksimalkan peran desa siaga bencana atau sekolah aman bencana terutama dalam pencegahan dan penanganan bencana.

"Desa siaga bencana, sekolah aman bencana diharapkan bisa mengurangi korban [bencana], sekolah sudah diajari bagaimana masyarakat siswa antisiapsi kalau terjadi bencana bisa menyelamatkan diri atau setidaknya membantu orang lain," katanya.