Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Wali kota Jogja, Haryadi Suyuti, saat meninjau Embung Giwangan, Jumat (20/12/2020) lalu. Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja akan segera memiliki ikon wisata baru bertema edukasi konservasi air, yakni Embung Giwangan. Embung ini recanannya akan mulai dibuka untuk umum pada 2022 mendatang.
Lurah Giwangan, Anggit Safrudin, menjelaskan embung akan menjadi tempat konservasi dan tabungan air yang bisa dipanen saat musim kemarau.
"Sehingga harapannya warga sekitar tidak akan mengalami penurunan air," ujarnya, Rabu (8/1/2020).
Selain itu embung ini juga akan menjadi destinasi wisata baru yang bisa menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat pelaku UMKM dan potensi lokal.
"Mendorong partisipasi masyarakat sebagai penyangga kawasan untuk menciprakan lingkungan, hijau, asri, tertib dan nyaman," katanya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, menuturkan Embung Giwangan menjadi referensi edukasi konservasi air modern berskala nasional bahkan internasional,
karena akan dibuka untuk semua orang tidak hanya warga Jogja saja.
Keberadaan Embung tersebut kata dia, diharapkan bisa meramaikan kota Jogja dari sisi pariwisata khususnya meningkatkan daya dukung Jogja di
wilayah selatan.“Tentu ini akan meraimaikan Jogja secara keseluruhan, namun kai berharap ini bisa menjadi daya dukung Giwangan, di depan juga ada Pasar Ikan Higienis,” katanya.
Haryadi mengungkapkan, meski embung sudah dibangun dan sudah terisi air, warga dilarang untuk mengakses embung tersebut sebelum selesai 100
persen. “Kami siapkan dulu semua kebutuhannya, baru nanti kami buka untuk warga,” ucapnya.
Ia menyebut, embung dengan panjang 320 meter tersebut mampu menampung air sebanyak 22.000 meter kubik. Adapun pembangunan selanjutnya adalah jalan setapak dengan lebar 2,5 meter serta fasilitas pendukung seperti Masjid, pagar dan toilet.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menambahkan total dana yang dihabiskan
untuk membangun embung tersebut yaitu Rp525 miliar.
“Itu sudah termasuk pengisian seluruh konten edukasi dan wisata yang berkonsep konservasi air dan lingkungan. Harapannya berjalan lancar
sehingga ditargetkan 2022 sudah bisa beroperasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.