IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Pantauan cuaca. /Antara Foto
Harianjogja.com, JOGJA--Pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY diprediksi semakin meningkat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan siklon tropis Blake yang muncul di sebelah barat Australia
berpotensi menimbulkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Saat ini memang muncul siklon tropis di sebelah barat Australia dengan koordinat 20,7 Lintang Selatan dan 119,7 Bujur Timur dengan arah gerak ke
barat daya," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum di Yogyakarta, Rabu (8/1/2020).
Keberadaan siklon tropis itu, kata dia, menyebabkan terbentuknya konvergensi (pertemuan angin) dan belokan angin di Pulau Jawa. Akibatnya
pertumbuhan awan-awan hujan termasuk di Wilayah Yogyakarta menjadi meningkat.
Meski demikian, siklon itu tidak terlalu memengaruhi gelombang laut di selatan Pulau Jawa. "Yang ada pengaruhnya tinggi gelombang di selatan
Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT," kata dia.
Ia memastikan dampak dari siklon tropis itu berbeda dengan saat kemunculan siklon Cempaka yang memicu cuaca esktrem di DIY pada 2017. "Letak
siklon Blake berada jauh wilayah perairan selatan DIY sehingga dampaknya tidak sampai ekstrem seperti Cempaka," kata Etik.
Terlepas dari pengaruh siklon tropis itu, menurut dia, wilayah DIY diperkirakan memiliki curah hujan tinggi dengan rata-rata di atas 100 milimeter (mm)
per dasarian, khususnya pada dasarian 2 hingga 3 pada Januari 2020.
Hal itu dipengaruhi antara lain dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah yang aktif di wilayah Indonesia.
"Kondisi ini akan berlanjut hingga Februari 2020 mengingat puncak musim hujan di DIY akan jatuh pada periode ini," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan,
angin kencang, pohon tumbang, serta jalan yang licin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.