Simpang Susun Tol Jogja di Purwomartani Bakal Mengarah ke Exit Toll Prambanan

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
09 Januari 2020 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN— Ratusan warga Purwomartani, Kalasan, akan mengikuti sosialisasi pembangunan jalan tol DIY pada Senin (13/1/2020) pekan depan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan sosialisasi rencana pembangunan jalan tol akan dilanjutkan oleh tim persiapan. "Pekan depan, tim persiapan akan memberikan sosialisasi kepada warga Purwomartani yang terdampak pembangunan jalan tol," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (9/1/2020).

Di Purwomartani ini, katanya, akan dibangun junction (simpang susun) untuk jalan tol Jogja-Solo. Di jalur ini akan berdampak pada 639 bidang, seluas 44,5 Ha dengan jumlah 160 bidang permukiman dan sisanya area persawahan.

Simpang susun yang di bangun salah satunya mengarah ke exit toll di wilayah Bokoharjo, Prambanan.

"Karena pembangunan simpang susun membutuhkan luas lahan 44,5 hektare, kami jadwalkan pertemuan dengan warga sebanyak enam kali. Kalau lainnya antara 2-3 kali," katanya.

Sebelumnya tim persiapan sudah menyampaikan sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan jalan tol di empat desa berbeda. Keempat desa tersebut meliputi Desa Bokoharjo (Prambanan), Selomartani, Tamanmartani, dan Tirtomartani (Kalasan). Dari jumlah tersebut, Tim Persiapan sudah menyampaikan sosialisasi kepada sekitar 795 pemilik bidang tanah dari sekitar 2.906 bidang yang dibutuhkan.

Dengan rincian, Bokoharjo (165 bidang) seluas 80.352 meter persegi, Selomartani (162 bidang) seluas 72.132 meter persegi, Tamanmartani (140 bidang) seluas 82.325 meter persegi dan Tirtomartani (331 bidang) seluas 219.419 meter persegi.