Banyak Klithih, JPW Dorong Jam Belajar Masyarat Dihidupkan Lagi

Para pelaku penganiyaan dan perusakan warung makan di kawasan Sleman diringkus polisi di Mapolda DIY, Jumat (10/1/2020). -SUARA - Baktora
13 Januari 2020 11:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kasus kejahatan jalanan atau yang sering disebuh klithih kembali terjadi di kota pelajar.

Banyak  pelajar berhasil diamankan oleh pihak kepolisian baik Polresta Yogyakarta maupun Polres Sleman bekerjasama dengan Polda DIY dalam waktu hampir bersamaan. 

Warga Jogja kembali dibuat waswas atas teror jalanan ini. Aksi bar-bar jalanan ini membuat khawatir para orangtua yang memiliki anak maupun masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

Tidak hanya memakan korban luka tetapi korban meninggal dunia juga menjadi dampak dari kegiatan tercela ini.

Jogja Police Watch (JPW) mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang menangkap para pelaku klithih. "Jangan berikan ruang gerak sedikitpun bagi para pelaku klithih. Tumpas sampai keakar-akarnya. Dengan mempersempit ruang gerak para pelaku klithih, maka dapat memutus mata rantai kejahatan jalanan ini," kata Kabid Humas JPW Baharuddin Kamba dlam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (13/1/2020).

Diharapkan pula pihak kepolisian rutin melakukan razia ke tempat-tempat yang rawan terjadinya kejahatan jalanan serta dapat mencegah terjadinya kekerasan antarpelajar.

"Kegiatan Jam Belajar Masyarakat (JBM) perlu digalakkan lagi. Karena kesannya JBM tidak berlaku pada malam minggu ataupun hari libur. Peranan orangtua sangat dominan dalam mengawasi anaknya dan vonis maksimal bagi pelaku klitih diharapkan memberikan efek jera," ujarnya.