Kasus Antraks di Ponjong, Sampel Tanah Positif, Sampel Luka Negatif

Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019). - Istimewa
13 Januari 2020 17:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menerima hasil uji sampel tanah dan luka dari laboratorium Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Wates, Kulonprogo. Hasilnya, tanah di sekitar kandang ternak di wilayah terdampak positif terpapar antraks. Untuk sampel luka yang dialami sejumlah warga dinyatakan negatif. Untuk sampel darah, petugas masih menunggu hasil uji dari BB Litvet Bogor, Jawa Barat.

Untuk mengantisipasi penyebaran antraks, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul terus memetakan wilayah terpapar antraks di Kecamatan Ponjong dan Semanu. Dinkes juga memberikan terapi antibiotik kepada 540 warga di Dusun Ngrejek Kulon dan Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong. Penanganan yang sama juga diberikan untuk 64 warga di Kecamatan Semanu.

Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawaty, menuturkan pemberian antibiotik dilakukan karena ada sejumlah keluarga yang mengonsumsi daging hewan ternak yang berasal dari dusun terdampak antraks di Kecamatan Ponjong. Menurutnya, pemberian antibiotik merupakan upaya antisipasi.

"Tidak ada gejala yang dialami warga di Semanu. Pemberian antibiotik sebagai langkah kewaspadaan daripada nantinya kecolongan," kata Dewi seusai mengikuti audiensi bersama Komisi D DPRD Gunungkidul, Senin (13/1/2020).

Saat muncul dugaan penyebaran antraks di Kecamatan Ponjong dan Semanu, Dewi menyatakan jajarannya bersama Satgas One Heart dari lintas sektor langsung melakukan antisipasi. Semua pihaknya melakukan antisipasi sesuai tugas masing-masing. Dinkes mengantisipasi penyebaran dengan cara memberikan pengobatan kepada masyarakat dan mengambil sampel tanah, luka dan darah dari warga untuk diperiksa di BB Litvet Wates,. Kulonprogo dan BB Litvet Bogor.

“Untuk sampel tanah positif Antraks. Untuk sampel luka dari warga yang diteliti menunjukkan hasil negatif. Hal ini terjadi kemungkinan karena mereka sudah mendapatkan pengobatan, sedangkan sampel darah yang dikirim ke BB Litvet Bogor hasilnya belum ada,” kata Dewi.

Dinkes, menurut Dewi, mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk segera berobat ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) jika merasakan gangguan kesehatan. "Di semua faskes mulai puskesmas hingga rumah sakit sudah disediakan obat. Warga tidak perlu resah karena antraks ada obatnya. Kalau ditemukan maka bisa cepat disembuhkan," ujarnya.

Dewi juga melaporkan kondisi di Kecamatan Ponjong dan Semanu tetap berjalan seperti biasanya. Masyarakat beraktifitas seperti biasa. Namun, Dinkes terus menelusuri dan memetakan warga mana saja yang berpotensi terpapar antraks. "Di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, kami membuka pos pemantauan agar mudah diakses oleh warga," ujarnya.