Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG Karo, Ikan Tak Dimasukkan Freezer
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Ilustrasi bepergian ke luar negeri/The Active Times
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY memastikan belum ada kasus pneumonia Wuhan Tiongkok atau virus Corona di DIY. Namun masyarakat diimbau untuk menunda jika ingin pergi ke Tiongkok sampai ada kejelasan penanganan dari negara setempat.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti memastikn hingga Rabu (22/1) sore belum ada laporan warga yang terkena penyakit pneumonia wuhan. Sehingga ia memastikan untuk wilayah DIY nihil deteksi virus tersebut.
“Sampai hari ini saya tidak menerima adanya kasus itu sehingga say a bisa mengatakan, memastikan bahwa kasus itu belum ada di DIY, karena tidak ada laporannya. Saya belum dapat laporannya berarti belum ada kasus, semoga tidak ada di DIY,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020).
Pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika ingin bepergian ke Tiongkok dan menyarankan agar menunda lebih dahulu sampai mendapatkan kejelasan bahwa kasus itu telah ditangani dengan baik oleh pemerintah setempat. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan secara rutin, artinya harus bisa mengetahui kondisi yang tidak biasa pada dirinya untuk melakukan deteksi dini terhadap diri sendiri.
“Tentu mengantisipasi hal itu diimbau, masyarakat DIY yang akan bepergian ke daerah seperti itu [Tiongkok] mohon ditunda saja dulu, kalau memang kasus itu ada di Tiongkok ya sudah ditunda dulu sampai ada kejelasan bahwa sudah ada penanganan yang baik di daerah tersebut dan dipastikan itu tidak menjadi KLB di negara tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) selaku UPT dari Kementerian Kesehatan yang bertugas di bandara, kata dia, tentunya sudah menerima informasi itu dan sudah melakukan antisipasi. Pihaknya selama ini sudah melakukan koordinasi secara rutin dengan KKP Yogyakarta, tidak ada saat ada kasus namun dilakukan secara berkelanjutan. Apalagi jika ada informasi kasus marak di dunia luar yang harus dimonitoring, seperti halnya pneumonia wuhan.
“Mungkin beberapa kegiatan sudah dilakukan teman-teman di KKP, misalnya mulai mensiagakan diri meningkatkan pelayanan di KKP kerja sama PT Angkasa Pura, kalau ada laporan pilot terdeteksi penumpang dicurigai mengalami gejala deman itu kemudian akan menyampaikan laporan,” katanya.
Terpenting, kata Pembayun, di era informasi beredar luas seperti saat ini, masyarakat harus bijak menerima informasi terhadap beredarnya suatu penyakit agar tidak membuat kepanikan dan keresahan. Ia meminta jangan menyebarluaskan informasi kalau menurut penerima berita itu masih dipertanyakan dan disarankan mencari sumber bisa dipertanggungjawabkan, seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit dan Puskesmas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.
BYD, CATL, Geely hingga Gotion mengembangkan baterai solid-state yang ditargetkan diuji pada mobil listrik mulai 2027.
Pemain ketoprak meninggal saat pentas di Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan korban meninggal akibat henti jantung.
Amri/Nita melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Yang/Hu dua gim langsung.