Jadwal Samsat Keliling Bantul Senin 5 Oktober 2026, Cek Lokasinya
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Ilustrasi bepergian ke luar negeri/The Active Times
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan DIY memastikan belum ada kasus pneumonia Wuhan Tiongkok atau virus Corona di DIY. Namun masyarakat diimbau untuk menunda jika ingin pergi ke Tiongkok sampai ada kejelasan penanganan dari negara setempat.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti memastikn hingga Rabu (22/1) sore belum ada laporan warga yang terkena penyakit pneumonia wuhan. Sehingga ia memastikan untuk wilayah DIY nihil deteksi virus tersebut.
“Sampai hari ini saya tidak menerima adanya kasus itu sehingga say a bisa mengatakan, memastikan bahwa kasus itu belum ada di DIY, karena tidak ada laporannya. Saya belum dapat laporannya berarti belum ada kasus, semoga tidak ada di DIY,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020).
Pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika ingin bepergian ke Tiongkok dan menyarankan agar menunda lebih dahulu sampai mendapatkan kejelasan bahwa kasus itu telah ditangani dengan baik oleh pemerintah setempat. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan secara rutin, artinya harus bisa mengetahui kondisi yang tidak biasa pada dirinya untuk melakukan deteksi dini terhadap diri sendiri.
“Tentu mengantisipasi hal itu diimbau, masyarakat DIY yang akan bepergian ke daerah seperti itu [Tiongkok] mohon ditunda saja dulu, kalau memang kasus itu ada di Tiongkok ya sudah ditunda dulu sampai ada kejelasan bahwa sudah ada penanganan yang baik di daerah tersebut dan dipastikan itu tidak menjadi KLB di negara tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) selaku UPT dari Kementerian Kesehatan yang bertugas di bandara, kata dia, tentunya sudah menerima informasi itu dan sudah melakukan antisipasi. Pihaknya selama ini sudah melakukan koordinasi secara rutin dengan KKP Yogyakarta, tidak ada saat ada kasus namun dilakukan secara berkelanjutan. Apalagi jika ada informasi kasus marak di dunia luar yang harus dimonitoring, seperti halnya pneumonia wuhan.
“Mungkin beberapa kegiatan sudah dilakukan teman-teman di KKP, misalnya mulai mensiagakan diri meningkatkan pelayanan di KKP kerja sama PT Angkasa Pura, kalau ada laporan pilot terdeteksi penumpang dicurigai mengalami gejala deman itu kemudian akan menyampaikan laporan,” katanya.
Terpenting, kata Pembayun, di era informasi beredar luas seperti saat ini, masyarakat harus bijak menerima informasi terhadap beredarnya suatu penyakit agar tidak membuat kepanikan dan keresahan. Ia meminta jangan menyebarluaskan informasi kalau menurut penerima berita itu masih dipertanyakan dan disarankan mencari sumber bisa dipertanggungjawabkan, seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit dan Puskesmas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa