Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Hasilnya
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Kepala Dukuh Kranggan I Jogotirto Suharmadi saat menunjukkan rumah nenek Rubingah, Rabu (22/1/2020).-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaku penendang nenek Rubingah di salah satu pasar tradisional di Sleman yang videonya viral mengaku emosi.
Kasus nenek Rubingah, 64, warga Kranggan I, Jogotirto, Berbah, yang mengalami tindak kekerasan di Pasar Gendeng (Potrojayan) Madurejo Prambanan kasusnya ditangani oleh Polsek Prambanan.
Setidaknya polisi memeriksa empat orang saksi dalam kasus ini. Selain terduga pelaku penganiayaan, Ngadirin, penyidik juga memeriksa seorang pedagang dan Ketua Paguyuban Pasar Gendeng sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (22/1/2020) pagi hingga siang hari.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gendeng Sularsih mengatakan dia hanya mendapatkan laporan adanya kasus tersebut sesaat setelah kejadian. Kejadian penganiayaan terjadi pada Senin (20/1/2020). Dia mengaku tidak melihat langsung kejadian penganiayaan yang videonya viral di media sosial.
"Saya dikasih laporan dari pelaku yang menendang ibunya (Mbah Rubingah). Katanya ibunya itu habis ngutil. Kejadian yang ada dalam video itu sebelum dilaporkan ke saya," katanya ketika diperiksa di Polsek Prambanan.
Dia menjelaskan Mbah Rubingah tidak mengambil brambang (bawang merah) seperti yang tergambar dalam video tersebut. Jarang merah yang tergambar dalam video adalah bunga mawar. Setelah memeriksa dan menanyakan perihal tuduhan tersebut kepada Mbah Rubingah, kata dia, korban seperti mengalami gangguan kejiwaan.
"Setelah beli bunga, si ibu mengambil mangga 3 kg. Dari logatnya saat saya tanya-tanya, si ibunya itu terlihat orang yang kurang waras. Akhirnya saya lepaskan. Baru Selasa paginya saya tahu video itu sudah viral," katanya.
Sayangnya, saksi pedagang dan terduga pelaku penganiayaan mbah Rubingah usai diperiksa enggan menjawab pertanyaan dari awak media. Mereka buru-buru pergi meninggalkan Polsek Prambanan tanpa menjawab satupun pertanyaan wartawan.
Sekadar diketahui, video penganiayaan oleh seorang pria terhadap seorang nenek yang diketahui bernama Mbah Rubingah di Pasar Gendeng, Prambanan, viral di media sosial. Nenek tersebut dituduh ngutil (mencuri barang) di pasar tersebut. Peristiwa tersebut pun mendapat kecaman dari warganet karena dinilai tidak pantas.
Setelah video tindak kekerasan yang dialami Rubingah viral, Polsek Prambanan langsung bergerak. Mereka memeriksa sejumlah saksi termasuk pelaku penganiayaan. "Semua pihak yang terlibat dalam video tersebut kami periksa. Mulai penjual buah yang katanya buahnya diambil, orang yang menvideo, sampai pelaku yang menendang korban," kata Kasi Humas Polsek Prambanan Aiptu Ahmad Mukhlis.
Pelaku tindak kekerasan, Ngadirin mengaku tidak menyangka tindakannya viral. Dia mengaku menendang korban karena mendengar teriakan maling-maling. "Saya langsung tendang. Dua kali. Satu kena bunga, satu kena tas. Saya emosi saat itu sangat ada teriakan maling," katanya.
Tidak cukup menendang dan memarahi Rubingah, Ngadirin kemudian menyeret Rubingah ke kantor pasar. Dia mengaku tidak menyangka jika tindakannya menjadi viral. "Saya hanya emosi ada maling, gitu saja. Menyesal ya menyesal. Kalau ketemu (Rubingah) saya jaluk ngapuro saja," kata Dirin.
Sementara Martini, pedagang buah yang dikutil oleh Rubingah mengaku ada sekitar 3kg mangga yang diambil. Mengetahui itu, dia lantas mengambil mangga tersebut dan. meminta Rubingah tidak mengulangi perbuatannya. "Saya bilang kalau mau minta saja, jangan ngambil," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.