Prajurit Magelang Gugur di Lebanon, Pesan Terakhir Bikin Keluarga Haru
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
Tugu Jogja. /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA- Musim hujan telah tiba. Meski demikian, pada Kamis (23/1/2020), wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi tidak turun hujan. Kondisi ini seperti terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi lima daerah di DIY yakni Kota Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo akan cerah berawan pada hari ini.
Dalam rilisnya, BMKG Yogyakarta memberikan pengecualian yakni di Sleman dan Kota Jogja, pada pagi hari ini, cuaca berawan.
Suhu udara di Jogja, Gunungkidul dan Sleman akan berkisar 23-31 derajat celcius. Adapun di Kulonprogo dan Bantul lebih panas yakni 232 derajat celcuis.
Kelembaban udara di Sleman berkisar 55-90% sedangkan empat daerah lainnya lebih kecil yakni 55-85%.
Adapu di pantai selatan Jawa, gelombang diperkirakan mencapai ketinggian 1,5 hingga 2 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur di Lebanon, pesan terakhirnya bikin keluarga haru dan TNI siapkan pemakaman militer serta kenaikan pangkat anumerta.
Yasin Ayari memilih tidak merayakan gol pertamanya ke gawang Tunisia pada Piala Dunia 2026. Ternyata alasannya terkait sejarah keluarganya.
TN Gunung Merbabu mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Jalur Suwanting untuk mendukung keselamatan pendaki dan program Zero Accident.
Rangkaian agenda ini dipusatkan secara bergiliran pada satu desa di tiap wilayah kecamatan, menjadikannya ajang komunikasi langsung yang menjangkau akar rumput.
Polres Bantul menangkap empat tersangka kasus peredaran psikotropika dan menyita 118 tablet berbagai jenis dalam operasi di Pandak dan Sewon
Video kecelakaan Tesla, BYD, dan Xiaomi sering viral di media sosial. Pakar menilai fenomena itu lebih dipengaruhi algoritma dibanding kualitas kendaraa