Pilkada Gunungkidul: Anggota Kodim 0730/GK Dibekali Buku Saku Netralitas

ilustrasi. - dok
28 Januari 2020 06:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto menegaskan jajarannya bersikap netral dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Pesan agar personel TNI di Bumi Handayani menjaga netralitas ini terus disampaikan setiap upacara, apel,hingga pertemuan-pertemuan lainnya. Setiap anggota juga dibekali dengan buku saku yang isinya menyangkut masalah netralitas TNI.

“Yang menyatakan TNI terlibat politik praktis itu tidak benar. Di setiap kesempatan, saya terus menekankan agar anggota menjaga netralitas, baik dalam pilkada maupun pemilu,” kata Noppy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/1).

Terkait dengan komitmen Kodim untuk menjaga netralitas, dia mengaku sudah menyampaikan kepada Bawaslu Gunungkidul pada saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu. Menurut Noppy, munculnya isu ketidaknetralan TNI karena adanya dua anggota TNI aktif yang berniat maju dalam pencalonan kepala daerah.

“Tapi saya tekankan keduanya bukan berasal dari kesatuan di kodim dan kami tidak ada sangkut pautnya. Itu [pencalonan diri] menjadi urusan pribadi masing-masing orang,” ungkapnya.  

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus netral dalam penyelenggaraan Pilkada 2020. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran No.273/487/SJ tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pilkada 2020.

Meski tidak menyebut nama dan jumlah, ia mengakui sudah ada beberapa ASN yang diduga terlibat terkait dengan pilkada. Bawaslu akan memanggil ASN yang diduga terlibat dalam persiapan pilkada untuk dimintai klarifikasi.