Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Kondisi lalu lintas di underpass YIA pada hari keempat uji coba, Senin (27/1/2020)./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan underpass Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut menambah kemajuan pembangunan di jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang diklaim telah mencapai 70%.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan Underpass International Airport merupakan bagian dari segmen ruas jalan Pansela (pantai selatan) yang diharapkan dapat menyeimbangkan dengan Pantura nantinya.
"Saat ini sudah 60-70 persen, Jabar selesai, Cilacap, Jateng sekitar 40 km. Kemudian, Jatim sudah sampai Trenggalek, dari Trenggalek ke Banyuwangi masih sekitar 200-300 km. [Terus dilakukan secara] bertahap," ujarnya, Kamis (30/1/2020).
Dia menambahkan nantinya di utara dari Merak-Banyuwangi, kemudian dari selatan dari Banyuwangi-Banten memiliki panjang yang hampir sama. Diharapkan, nantinya dapat menyeimbangkan pola lalu lintas untuk mengatasi kepadatan di tahun-tahun yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Akhmad Cahyadi mengatakan untuk underpass YIA sendiri berada persis di bawah bandara baru Yogyakarta International Airport yaitu di antara penghubung terminal bandara.
Lebih lanjut, katanya, konstruksi bandara baru yang memutus jalan Pansela ini menjadi dasar pertimbangan dibuatnya underpass. Tujuannya agar sistem jaringan Pansela ini tetap masih ada.
"Underpass ini bagian Jalur Jalan Lintas Selatan, Pansela. Nanti ini saling mengisi, ada bagian operasionalnya yang diintegrasikan ke Angkasa Pura," katanya.
Data yang diterima Bisnis pada Jumat (31/1/2020) dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan bahwa koridor Lintas Pansela meliputi lima provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Total panjangnya yaitu 1.595 km. Adapun sampai dengan Tahun Anggaran 2021 direncanakan sudah tembus 1.214, 61 km.
Untuk jalan Pansela di Provinsi D. I. Yogyakarta sendiri memiliki panjang total 116,07 km. Dimana sampai dengan Tahun Anggaran 2018 sudah tertangani 66,68 km.
Untuk penanganan TA 2019-2021 direncanakan meliputi Tambakreja-Bantarsari (Cilacap), Jiladri-Karangbolong-Tambakmulyo (Kebumen), Underpass YIA, Jembatan Kretek 2, Legundi-Kanigoro-Planjan, dan Jeruk Wudel-Baran-Duwet.
Sugiyartanto berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pembebasan lahan dari trase terpilih. "Konstruksi tergantung lahan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Instagram meluncurkan fitur notifikasi untuk orang tua jika remaja berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.
Novo Nordisk dan AWS membangun pusat inovasi AI di London untuk mempercepat riset, pengembangan, dan penemuan obat baru.
Michael Owen memprediksi Arsenal mampu mempertahankan gelar Liga Inggris karena dinilai lebih stabil dibanding para pesaingnya.
Raul Fernandez meraih kemenangan perdana MotoGP 2026 di Silverstone lewat strategi agresif yang dipuji Cal Crutchlow.
Harga emas Pegadaian hari ini, Jumat 21 Agustus 2026, mencakup Antam, Galeri 24, dan UBS beserta harga buyback.