VIRUS CORONA: Pemda Lacak Warga Jogja yang Ikut Diobservasi di Natuna

Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS - Martin Pollard
03 Februari 2020 20:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY sedang berupaya melacak kemungkinana danya warga DIY yang ikut diobservasi di Natuna. Gubernur DIY Sri Sultan HB X meyakini warga yang nantinya lolos dalam observasi selama 14 hari maka mereka dinyatakan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastuti menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota untuk melacak kemungkinan adanya warga DIY dari Wuhan, China yang turut diobservasi di Natuna. Jika memang ada, pihaknya akan melakukan pemantauan tetapi tidak menjadikan mereka sebagai orang yang terinfeksi virus tersebut.

“Apakah memang ada warga DIY yang sekarang diobservasi selama dua pekan di Natuna, kalau itu ada maka setelah dari sana tentu kami bukan kemudian memperlakukan mereka sebagai orang yang terinfeksi, tetapi kami pantau,” katanya, Senin (3/2/2020).

Tetapi ia berharap, setelah dilakukan observasi selama dua pekan tersebut selesai atau tidak ada masalah soal kesehatan dan tak ada gejala terkait virus corona. Namun pihaknya tetap siap dengan berbagai kemungkinan termasuk menyiapkan dua rumah sakit yang ditunjuk Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi persoalan corona ini.

“Sampai saat ini belum tahu jumlahnya, ada atau tidaknya warga DIY yang ikut diobservasi, kami akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Begitu mereka masuk di Natuna semua jalurnya lewat Kementerian Kesehatan dulu,” ujarnya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mempercayakan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan terkait observasi tersebut. Jika memang ada warga DIY yang ikut diobservasi selama 14 hari dan dinyatakan tidak terinfeksi maka tidak ada persoalan lagi.

“Kalau memang sudah sembuh kan tidak apa-apa, kalau dalam karantina itu tidak ada kelainan kan tidak masalah. Kalau msudah dinyatakan dia tidak menderita kena virus corona kan enggak ada masalah, itu kan 14 hari, nanti dilihat,” katanya.