Sultan Ingin Jogja Heboh Terus Dikembangkan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Simposium Internasional terkait Budaya Jawa dan Naskah Keraton di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (5/3/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
03 Februari 2020 21:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta agar event Jogja Heboh terus dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk merespons peresmian beroperasinya bandara YIA oleh presiden pada April mendatang.

Menurut Sultan, jika YIA sudah diresmikan maka pintu masuk ke DIY akan terbuka lebih lebar. Sebab bandara baru di Kulonprogo ini membuka sejumlah penerbangan langsung dari luar negeri. Oleh karenanya, pinta Sultan, Jogja Heboh harus digarap lebih serius, acara dan kegiatannya harus semakin banyak agar bisa memuaskan para turis.

"Dengan demikian diharapkan turis yang berlibur di Jogja akan semakin lama tinggal. Kita sudah tidak bisa mundur lagi dalam upaya untuk menumbuhkan ekonomi yang lebih tinggi, khususnya di bidang budaya dan pariwisata," kata Sultan saat membuka even Jogja Heboh 2020 di Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Sleman, Minggu (2/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut Sultan mengatakan, Pemda DIY menyiapkan lahan 1.500 meter persegi di Bandara YIA untuk menampung produk UMKM DIY. Tentunya, lanjut Sultan, produk UMKM yang bisa masuk ke YIA harus memenuhi standar pasar internasional. Pemda katanya, sudah memiliki kesepakatan dalam negosiasi bahwa YIA dan tol yang dibangun di DIY ikut membangun pertumbuhan ekonomi Jogja, bukan mematikan UMKM.

"Harapan saya, UMKM bisa naik kelas dan ada desain center dengan variasi agar produk DIY menjadi pilihan konsumen," kata Sultan.

Tidak hanya itu, keberadaan TIA dan jalan tol yang semakin membuka akses wisatawan ke DIY harus diimbangi dengan pengembangan destinasi wisata di DIY. Pemda DIY terus berupaya mewujudkan KEK baik di Sleman maupun Bantul. KEK pariwisata ini mendorong semakin berkembangnya destinasi wisata bagi wisatawan.

"Jadi, nanti wisatawan asing melihat Borobudur dari Jogja, bukan melihat Jogja dari Borobudur," kata Sultan.

Ketua Panitia Jogja Heboh 2020, HR Gonang Juliastono mengatakan banyak pihak mendukung digelarnya even tersebut. Mulai dari PHRI, ASITA hingga pusat perbelanjaan modern mengikuti dalam program yang digelar hingga 29 Maret mendatang. "Berbagai penawaran menarik diberikan melalui platform aplikasi JogjaKita," katanya.

Penggunaan aplikasi JogjaKita, kata Gonang, bertujuan agar masyarakat diberikan kemudahan bertransaksi nontunai menggunakan satu aplikasi. Dengan tagline “JogjaKita Cashless”, diharapkan para wisatawan Jogja kini sudah tidak perlu lagi membawa uang cash untuk melakukan transaksi jual beli, melainkan cukup dengan menggunakan aplikasi JogjaKita.

"Seluruh mall, hotel, restoran di Jogja memberi diskon selama even Jogja Heboh berlangsung. Kami sudah cek ternyata lebih murah daripada platform payment gateway yang ada saat ini," katanya.

Tak hanya itu saja, selama dua bulan Pemkab/Pemkot seluruh DIY juga menyiapkan rangkaian acara secara bergiliran. Dia berharap agar event tersebut dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke DIY di masa low season saat ini. "Kami berharap agar Jogja Heboh bisa dinikmati oleh wisatawan. Aplikasi JogjaKita menjadi salah satu bentuk keseriusan kami menggelar even ini," kata Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi yang jadi salah satu penggagas utama Jogja Heboh.

Jogja Heboh merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DPD DIY, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai langkah promosi dan berbagi informasi mengenai event Jogja Heboh 2020, yang meliputi atraksi, transaksi, edukasi, dan sosial budaya.

Acara yang memiliki tagline “more than just a great sale” ini telah menyiapkan agenda khusus untuk empat kabupaten dan satu kota, yaitu Kulonprogo Gumregah Gayeng Regeng (2-9 Februari), Bantul Juoss!! (10-23 Februari), Sleman Gumayak (6-8 Maret), Jogja Millenial Fest (11-15 Februari), dan Gunungkidul Beautiful (7-22 Maret).