Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Dewata Eka Putra (kanan) menyerahkan berkas pendaftaran kontestan Pilkada Bantul melalui Partai Golkar, Selasa (4/2/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah sebelumnya Bupati Bantul Suharsono dan Ketua PGRI Bantul Totok Sudarto mendaftarkan diri sebagai kontestan Pilkada 2020 melalui Partai Golkar, kini giliran kandidat bakal calon lainnya mendaftar, yakni Dewata Eka Putra. Pemilik gerai Pujha Fashion tersebut berharap partai berlambang pohon beringin itu dapat mempertimbangkan namanya dalam bursa pencalonan di Pilkada 2020.
Dewata mengatakan lantaran bukan kader partai, sehingga niatnya maju dalam pilkada perlu mengikuti mekanisme partai. Salah satunya melalui penjaringan yang digelar partai politik. "Saya lihat Golkar juga belum memiliki calon kandidat dari internal mereka," kata Dewata, seusai menyerahkam formulir pendaftaran sebagai bakal calon bupati Bantul di Kantor DPD Golkar Bantul, Selasa (4/2/2020).
Kedatangan Dewata ke Kantor DPD Golkar Bantul dikawal oleh sejumlah sukarelawannya yang menamakan diri Baladewa. Dewata mengatakan pendaftarannya di Golkar sebagai bagian dari ikhtiarnya menuju pencalonan karena ia menyadari tidak memiliki partai politik. "Saya berharap Golkar bisa menerima kami untuk mengajukan diri jadi kandidat," ujar Dewata. Tak hanya Golkar, sebelumnya Dewata juga telah mendaftarkan diri lewat Partai Gerindra, tetapi hingga kini dia belum juga mendapatkan kejelasan.
Wakil Ketua Tim Pemenangan DPD Golkar Bantul, Widodo mengatakan sampai hari kedua penjaringan sudah ada lima bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang mendaftar lewat Golkar, termasuk di antaranya adalah Suharsono, Totok Daryanto, dan Dewata Eka Putra.
Dia mengaku Golkar memperlakukan sama terhadap semua kandidat bakal calon untuk mengikuti tahapan penjaringan dari tingkat kabupaten hingga Pusat, termasuk kader internal Golkar sendiri yang mendaftar. "Kami melalui proses yang seharusnya. Semoga apa yang diharapkan sesuai dengan keinginan," kata Widodo.
Selain lima nama itu, imbuh dia, masih ada beberapa nama yang sudah mengambil formulir dan mengkonfirmasi akan mengembalikannya, di antaranya adalah politikus Partai Bulan Bintang (PBB) Supriyono dan anggota Polri aktif Kompol Kusilah. “Proses pendaftaran masih berlangsung sampai 5 Februari,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.