Sisi Kebudayaan PBTY XV 2020 Diharapkan Lebih Ditonjolkan

Salah satu stan makanan yang ada di PBTY XV 2020./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
06 Februari 2020 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perhelatan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XV 2020 selalu bisa menyedot banyak pengunjung. Pertunjukan budaya dan berbagai pilihan kuliner menjadi daya tarik tersendiri.

Tahun ini, banyak pertunjukan seni yang digelar yang dipusatkan di panggung utama. Selain itu ada beberapa agenda yang digelar di Rumah Budaya seperti sarasehan mengenai batik Tionghoa, dim sum, hingga tata cara minum teh.

Ketua Umum Panitia PBTY XV 2020 Tri Kirana Muslidatun mengungkapkan PBTY diselenggarakan selama tujuh hari pada 2-8 Februari 2020 berlokasi di Kampoeng Ketandan, Malioboro. PBTY diramaikan berbagai kegiatan seperti Karnaval PBTY Malioboro Imlek Carnival, Jogja Dragon Festival, Panggung Utama PBTY, Panggung Hiburan, Pertunjukan Wayang Potehi, Bazar, lomba budaya Mandarin, lomba karaoke Mandarin, pemilihan Koko Cici Jogja 2020 dan Pameran Rumah Budaya.

"Akan ada pula kegiatan cooking class, sarasehan terkait batik Tionghoa, festival dim sum dengan tema dim sum sebagai pendamping minum teh, serta peragaan dan tata cara minum teh," ujar dia dalam pembukaan PBTY beberapa waktu lalu.

Dalam PBTY stan kuliner menjadi salah satu daya tarik. Banyak pengunjung yang datang ke PBTY untuk mencicipi aneka makanan yang dijajakan oleh masyarakat, mulai dari makanan khas Tionghoa seperti bakcang, wedang kacang, lontong cap gomeh hingga aneka olahan daging babi, sate, takoyaki, sosis bakar, dan makanan kekinian lainnya.

Salah satu pengunjunga Ade berharap PBTY selalu ada. Ia mengakui kuliner memang menarik untuk dinikmati. Tetapi ia berharap sisi budaya semakin ditonjolkan sehingga masyarakat semakin memahami mengenai kebudayaan Tionghoa dan juga kebudayaan lain yang ditampilkan.

"Saya berharap ke depan lokasi tampilnya kebudayaan semakin dekat dengan pengunjung. Kalau bisa begitu masuk di pintu-pintu masuk sudah disambut aneka budaya. Karena kami datang bukan hanya untuk kuliner, tetapi juga untuk memahami budayanya," kata dia.

Ia berharap penyelenggaraan PBTY semakin semarang dan bagus. PBTY selama ini dinilai sudah mampu menyedot wisatawan dan diharapkan ke depan, kebudayaan yang disuguhkan semakin kental.