Buaya dari Sungai Progo Akan Direhabilitasi di BKSDA

Ilustrasi buaya. - JIBI
06 Februari 2020 14:07 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berencana merehabilitasi buaya muara yang ditemukan di aliran Sungai Progo, Rabu (5/2/2020) kemarin. Buaya tersebut ditemukan di bawah Jembatan Ngapak, Moyudan, Sleman.

Koordinator polisi hutan, BKSDA Yogyakarta, Uut Budiarto mengungkapkan bahwa buaya sepanjang 1,5 meter itu akan direhabilitasi sementara hingga buaya ini tersebut benar-benar siap untuk dilepasliarkan.

Untuk sementara waktu, buaya itu akan dititipkan di Yayasan Konservasi Alam Gembiraloka atau di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). “Kalau kondisinya sepertinya sehat, tetapi ini harus direhabilitasi sebelum nanti siap dilepasliarkan kembali,” ucapnya.

Uut menerangkan, jika dilihat dari kondisi fisiknya buaya itu merupakan jenis buaya muara. “Kalau jenisnya ini buaya muara, tetapi berapa usia dan jenis kelaminnya nanti harus diperiksa oleh dokter,” kata dia.

Buaya muara lanjut Uut, memang memiliki habitat di Sungai Progo. Namun selama ini belum pernah ditemukan adanya buaya di aliran sungai terbesar di DIY ini. Sehingga BKSDA enggan memastikan, apakah buaya ini lepas, atau sengaja dilepas oleh pemiliknya. “Itu nanti tugas polisi yang akan melakukan penyelidikan,” ujar Uut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, buaya muara merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Masyarakat yang ingin memlihara harus mengajukan perijinan. Namun sejauh ini belum ada yang mengajukan izin pemeliharaan buaya.

Sementara itu, si penangkap buaya, Lukito mengatakan, saat ditangkap kondisi mulut buaya sudah dalam posisi diplester dengan menggunakan lakban. Begitu juga dengan kakinya juga terikat lakban, meski hampir lepas. “Mulutnya sudah dalam kondisi dilakban, kalau yang kaki sudah mau lepas,” ucap Lukito.

Dia menemukan buaya ini saat tengah memancing. Buaya tersebut berada di lumpur tepi sungai. Saat masuk ke air buaya itu dikejar dan ditangkapnya. Awalnya reptil buas itu sempat dikira biawak yang memang banyak ditemukan di Sungai Progo.

Sumber : Okezone.com