Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Ilustrasi buaya./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta berencana merehabilitasi buaya muara yang ditemukan di aliran Sungai Progo, Rabu (5/2/2020) kemarin. Buaya tersebut ditemukan di bawah Jembatan Ngapak, Moyudan, Sleman.
Koordinator polisi hutan, BKSDA Yogyakarta, Uut Budiarto mengungkapkan bahwa buaya sepanjang 1,5 meter itu akan direhabilitasi sementara hingga buaya ini tersebut benar-benar siap untuk dilepasliarkan.
Untuk sementara waktu, buaya itu akan dititipkan di Yayasan Konservasi Alam Gembiraloka atau di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). “Kalau kondisinya sepertinya sehat, tetapi ini harus direhabilitasi sebelum nanti siap dilepasliarkan kembali,” ucapnya.
Uut menerangkan, jika dilihat dari kondisi fisiknya buaya itu merupakan jenis buaya muara. “Kalau jenisnya ini buaya muara, tetapi berapa usia dan jenis kelaminnya nanti harus diperiksa oleh dokter,” kata dia.
Buaya muara lanjut Uut, memang memiliki habitat di Sungai Progo. Namun selama ini belum pernah ditemukan adanya buaya di aliran sungai terbesar di DIY ini. Sehingga BKSDA enggan memastikan, apakah buaya ini lepas, atau sengaja dilepas oleh pemiliknya. “Itu nanti tugas polisi yang akan melakukan penyelidikan,” ujar Uut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, buaya muara merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Masyarakat yang ingin memlihara harus mengajukan perijinan. Namun sejauh ini belum ada yang mengajukan izin pemeliharaan buaya.
Sementara itu, si penangkap buaya, Lukito mengatakan, saat ditangkap kondisi mulut buaya sudah dalam posisi diplester dengan menggunakan lakban. Begitu juga dengan kakinya juga terikat lakban, meski hampir lepas. “Mulutnya sudah dalam kondisi dilakban, kalau yang kaki sudah mau lepas,” ucap Lukito.
Dia menemukan buaya ini saat tengah memancing. Buaya tersebut berada di lumpur tepi sungai. Saat masuk ke air buaya itu dikejar dan ditangkapnya. Awalnya reptil buas itu sempat dikira biawak yang memang banyak ditemukan di Sungai Progo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.
Strict Account Settings WhatsApp memperketat privasi dan keamanan akun. Simak fungsi serta cara mengaktifkannya di perangkat utama.
Thailand menjadi negara ASEAN keenam yang dihadapi Timnas Indonesia era John Herdman dan akan menjadi lawan di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Veda Ega finis P8 di Practice Moto3 Jepang 2026 setelah sempat P15 pada menit akhir dan memastikan tiket langsung ke Q2.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan ekosistem industri halal di wilayahnya guna menggait investor dari berbagai daerah.