Disperindag Sleman: Stok Bawang Putih Aman Cuma Sampai Maret

Ilustrasi pedagang bawang putih. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
11 Februari 2020 14:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mengklaim stok bawang putih di Kabupaten Sleman aman hingga bulan depan.

Seperti diketahui, akibat kebijakan Pusat yang menghentikan impor bawang putih dari China sebagai antisipasi atas wabah virus Corona, tak pelak membuat harga bawang putih lokal pun melambung tinggi, tak terkecuali di Bumi Sembada. “Apalagi, Sleman tidak punya lahan penghasil bawang putih. Kami sepenuhnya mendatangkan dari daerah lain, seperti misalnya dari Jawa Timur,” ucap Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih, Senin (10/2/2020).

Dia menjelaskan kebutuhan bawang putih di Sleman terbilang tinggi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya jumlah restoran dan hotel. "Kebutuhan bawang putih cukup tinggi. Pekan lalu kami sudah ke lokasi [enam pasar tradisional di Sleman], dan hasil koordinasi dengan Pemda DIY, stoknya masih cukup. Kelangkaan kemungkinan terjadi pada akhir maret," ucap dia.

Mae mengatakan dari hasil pemantauan di enam pasar tradisional, yakni Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Sleman, Pasar Gamping, Pasar Pakem, dan Pasar Tempel, dinasnya mencatat harga terendah bawang putih sebesar Rp60.000, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp70.000.

Ketika disinggung soal adanya potensi monopoli harga bawang putih, Mae mengaku jika hal tersebut mustahil terjadi karena di Sleman tidak ada gudang penyimpanan bawang putih.

Meski begitu, dia mengaku tak ingin kecolongan. Itulah sebabnya dalam waktu dekat dia akan memonitor secara langsung, khususnya ke sejumlah distributor. "Sejauh ini belum ada penumpukan. Di Sleman juga tidak ada timbunan karena tidak adanya gudang penyimpanan bawang putih," ucap Mae.