Hasil Pemilu Sela AS: Demokrat di Ambang Rebut Kongres dari Trump
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Penumpang yang mengenakan masker terlihat di area menunggu kereta ke Wuhan di Stasiun Kereta Api Barat Beijing, menjelang Tahun Baru Imlek China, di Beijing, 20 Januari 2020. - REUTERS / Stringer
Harianjogja.com, SLEMAN - Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Hong Kong yang berada di Sleman diminta untuk mengirimkan masker penutup wajah bagi saudara yang berada di Hong Kong. Hal itu menyikapi kekurangan masker yang terjadi di negara itu.
Seperti yang dituturkan oleh Yusuf, ia mengaku telah beberapa kali mengirimkan masker dalam jumlah tertentu untuk ibunya, yang bekerja di Hong Kong. "Wes bar tak kirimi akeh [baru saja saya kirim banyak masker]. Yang kemarin saya kirim masih tertahan di kargo, belum bisa diambil [Ibu]," kata Yusuf mengutip SuaraJogja.id, di kediamannya, di Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Rabu (12/2/2020).
Ia menambahkan, masker tersebut dikirim karena dari kabar yang ia dapatkan dari ibunya, masker di negara tersebut habis. Ia menduga kelangkaan masker di Hong Kong, dikarenakan tersebarnya virus corona Wuhan. Bahkan, ia sudah mengirim masker tersebut sampai berulang kali. "Kalau bukan tiga, empat kali. Saya lupa pastinya. Mungkin sebentar lagi, masker di sana mulai tersedia kembali," ujarnya.
Ia kurang tahu biaya pengiriman yang harus ia bayar kepada penyedia jasa ekspedisi yang mengantarkan titipan ibunya tersebut sampai ke Hong Kong. Pasalnya, kata Yusuf, ibunyalah yang menanggung seluruh biaya pengiriman, sedangkan Yusuf hanya bertugas mencarikan barang. "Harga naik sedikit di pasaran, tapi masih di bawah Rp50.000," ucapnya.
Hanya saja ia mengaku heran, sudah sepekan ini, masker terakhir yang ia kirim tak kunjung diterima ibunya. Ia memperkirakan, pihak kargo akan menginformasikan kabar kirimannya dalam waktu dekat. "Di sana [Hong Kong] tidak boleh keluar soalnya, kalau bukan urusan penting," kata dia.
Sementara itu, seorang penjual masker, Cahya Ningsih, menyatakan berhenti sementara dari aktivitas menjual masker secara daring. Pasalnya, harga kulak masker mulai melonjak drastis, mencapai empat kali lipat. Dari yang sebelumnya Rp25.000 per kotak, saat ini harga masker tembus Rp100.000 per kotak. Ia mengaku kesulitan mencari grosir masker yang menawarkan harga lebih murah.
"Semua orang cari masker. Di mana-mana tidak ada, kalaupun ada, mahal. Kayaknya karena sedang merebak Corona," terang warga Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan Sleman ini, dikonfirmasi terpisah.
Diketahui, banyaknya TKI di Hongkong mengeluh kesulitan mendapatkan masker sejak merebaknya virus corona Wuhan. Harga yang mahal serta ketersediaan yang langka membuat WNI di luar negeri semakin gelisah.
Pengiriman masker dari Indonesia untuk WNI di Hong Kong telah dilakukan Pemkab Trenggalek dan Pemkab Tulungagung. Sebanyak 14 ribu masker medis berstandar internasional dikirim melalui kantor pos dan ditujukan kepada WNI di Hongkong lewat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Warga Sleman yang memiliki keluarga TKI di Hong Kong pun melakukan hal serupa secara pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Investigasi Wired menemukan lebih dari 400 aplikasi diduga menyediakan fitur deepfake seksual dan kekerasan, meski lolos peninjauan Apple dan Google.
Harley-Davidson Sprint 440 diperkenalkan di EICMA 2026. Motor bermesin 440 cc ini menawarkan desain klasik, fitur modern, dan bobot 187 kg
Polisi mengamankan pria 57 tahun terkait dugaan kekerasan seksual terhadap perawat saat memeriksa tekanan darah pasien di Sewon, Bantul.
Dispar DIY menyiapkan empat strategi untuk meningkatkan belanja wisman, mulai dari wisata premium hingga digitalisasi pembayaran.
Keributan semifinal U-20 di Brasil berujung 51 kartu merah. Pertandingan dihentikan, stadion rusak, dan Uberlandia memilih mundur.