Gara-gara Kipas Angin, Rumah Satpam UGM Terbakar

Kondisi rumah warga di Gabahan, Sumberadi, Mlati, Sleman yang dilalap si jago merah Senin (17/2/2020). - Ist/Polsek Mlati
18 Februari 2020 00:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Rumah milik seorang warga yang berprofesi sebagai satpam di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gabahan, Sumberadi, Mlati, Sleman dilalap si jago merah sekitar pukul 08.05 WIB. Kebakaran di rumah milik Eko Saputro, 40, tersebut diduga akibat korsleting dari sebuah kipas angin yang masih menyala.

Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Inafis & jajaran reserse kriminal (Reskrim) Polres Sleman serta Polsek Mlati, didapati hasil jika kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik korsleting dari kipas angin yang masih menyala.

"Kipas tersebut ditinggal pergi dan lupa untuk dimatikan. Warga di sekitar rumah korban sudah mencoba memadamkan dengan air namun api semakin membesar. Kemudian warga menghubungi Polsek Mlati dan pemadam kebakaran," ujar Dwi, Senin (17/2/2020).

Adapun, kronologi kejadian kebakaran di rumah Eko yakni pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 08.05 WIB saksi yang bernama Upik, 45, sedang mencuci piring dan mendengar suara ledakan.

"Upik memutuskan untuk mendatangi rumah di sebelahnya tersebut dan melihat melalui ventilasi udara terdapat sebuah kobaran api yang keluar," terangnya.

Lebih lanjut, Upik kemudian teriak meminta pertolongan. Kemudian saksi lainnya bernama Darsono, 40, warga mendatangi rumah tersebut dan bersama - sama saksi lainnya masuk ke dalam.

"Di bagian dapur sudah ada api yang besar dan warga berusaha memadamkan dengan air, namun api malah semakin membesar," ungkapnya.

Kemudian saksi bernama Rosikin, 65, menghubungi Polsek Mlati dan Pemadam Kebakaran. Pada pukul 08.20 WIB pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan membawa tiga unit truk pemadam kebakaran lantas berhasil di padamkan. "Saat ini lokasi tempat kejadian kebakaran sudah kami berikan garis polisi," tutupnya.