Olah Sampah Jadi Energi, Pekerja GO-SARI Kini Dilindungi BPJamsostek
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi./Twitter-BPPTKG DIY
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai aktivitas Gunung Merapi. Pemkab berharap masyarakat di lereng Merapi meningkatkan literasi kebencanaan untuk menekan risiko jatuhnya korban jika terjadi erupsi terjadi.
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan meskipun bencana tidak bisa dihindari namun jatuhnya korban jiwa tetap bisa diantisipasi. Pemkab terus memberikan koperasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya lokasi-lokasi yang memiliki potensi bencana. Seperti erupsi Merapi, longsor dan Angin kencang.
"Ada dua implikasi ancaman terkait kondisi Merapi saat ini. Meliputi ancaman jangka pendek dan ancaman jangka panjang. Kedua implikasi ini kami terus antisipasi," katanya saat pengukuhan SMPN 2 Pakem sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Senin (17/2/2020).
Dia mengatakan, ada ancaman jangka pendek yang harus dihadapi dan harus diantisipasi. Jika kubah lava yang terus tumbuh kemudian mencapai volume kritis, maka dampak yang ditimbulkan mulai munculnya awan panas (wedhus gembel) hingga longsornya material erupsi Merapi. "Antisipasinya, salah satunya kami lakukan sosialisasi kepada warga di wilayah paling rentan terkait kondisi terkini Gunung Merapi. Termasuk memberikan simulasi peringatan dini," katanya.
Adapun mitigasi jangka panjang, lanjut Muslimatun, dapat dilakukan dengan menegakkan peraturan terkait tata ruang wilayah berbasis mitigasi bencana. Masalah ini, katanya, sudah diatur dalam UU salah satunya terkait Kawasan Rawan Bencana (KRB) di Merapi. "Penegakan aturan ini telah diamanatkan oleh Undang-undang," jelasnya.
Pemkab sendiri, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus melakukan monitoring dan pemeliharaan terhadap 37 Early Warning System yang ada di lokasi-lokasi rawan bencana. Baik EWS awan panas dan banjir lahar di Kawasan Gunungapi Merapi, EWS tanah longsor di Kecamatan Prambanan, serta CCTV yang terpasang di beberapa titik kumpul maupun barak pengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto mengatakan SMPN 2 Pakem merupakan sekolah SPAB terakhir atau SPAB ke 72 yang dibentuk tahun ini. Dia berharap pembentukan SPAB memberikan pengetahuan dan ketrampilan warga sekolah untuk melakukan mitigasi bencana jika dibutuhkan sewaktu-waktu.
"Sleman kita tahu memiliki tujuh potensi ancaman kebencanaan. Mulai dari erupsi gunung Merapi, longsor, banjir, angin dan lainnya. Maka sewajarnya masyarakat harus memiliki kemampuan yang baik untuk mitigasi bencana," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program GO-SARI mengolah sampah menjadi energi sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kini para pekerjanya mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaa
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.