Pemkab Gunungkidul Buka Layanan Lapor, Akun Youtube Bermasalah Pun Ikut Dilaporkan

Wakil Bupati Gunungkidul dalam program Temu Wicara Bupati dalam tajuk Gunungkidul Membangun di Aula Balai Desa Playen, Playen, Rabu (19/2/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
19 Februari 2020 21:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menghidupkan program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor). Total sudah ada puluhan aduan yang masuk, baik yang melalui website, SMS hingga Twitter.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Didik Handoko, mengatakan fasilitas Lapor sudah ada sejak 2016. Meski demikian, pelayanan sempat terhenti hingga akhirnya dihidupkan kembali di awal 2020.

Menurut dia, total sudah ada 95 aduan dari masyarakat. Untuk jenisnya bermacam-macam mulai dari masalah sosial, rusaknya infrastruktur hingga administrasi kependudukan. Selain itu, kata Didik, dari puluhan yang masuk ada yang unik karena permasalahan akun Youtube ikut dilaporkan. “Sebanyak 50 persen pengaduan menyangkut masalah infrastruktur,” kata Didik di sela-sela kegiatan Temu Wicara Bupati dalam tajuk Gunungkidul Membangun di Aula Balai Desa Playen, Kecamatan Playen, Rabu (19/2/2020).

Laporan yang masuk akan ditanggapi sesuai dengan permasalahan. Disinggung mengenai akun Youtube bermasalah yang diadukan warga, Didik mengakui pihaknya tidak memiliki kewenangan sehingga aduan diteruskan ke layanan pengaduan di Pemerintah Pusat. “Kalau permasalahan seputaran Pemkab, maka sebisa mungkin dibantu, tapi untuk masalah Youtube kami tidak memiliki kewenangan,” katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengapresiasi fasilitas Lapor yang dimiliki. Ia berharap masyarakat menggunakan sarana ini untuk mencari solusi berkaitan dengan permasalahan yang menyangkut layanan di Pemkab Gunungkidul. Immawan juga berpesan kepada pengelola untuk bersikap dewasa dan menanggapi segala persoalan yang diadukan masyarakat secara ramah. “Tidak boleh emosi karena niatnya mau membantu menjawab persoalan yang di hadapi masyarakat. Jadi, sebisa mungkin harus memberikan solusi karena juga sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat,” katanya.