Simbolkan Toleransi Beragama, SMP Tumbuh Bangun Padmasari di Kompleks Sekolah

Romo Wasi Akir memimpin upacara Melaspas atau penyucian bangunan padmasari yang baru selesai dibangun di kompleks SMP Tumbuh, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Kamis (20/2). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
20 Februari 2020 19:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Suharsono menghadiri peresmian padmasari atau tempat sembah yang umat Hindu yang berukuran kecil di kompleks Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tumbuh, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Kamis (20/2/2020). Peresmian padmasari dilakukan bersamaan dengan peringatan Galungan di sekolah setempat.

Lokasi padmasari tersebut tepat di halaman depan sekolah atau dekat dengan tempat parkir. Selain untuk memfasilitasi siswa yang beragama Hindu, tempat sembahyang tersebut juga rencananya bisa digunakan untuk siswa sekolah lain dan masyarakat umum sekitar sekolah yang beragama Hindu.

Suharsono mendukung adanya rumah ibadah umat Hindu di kompleks sekolah tersebut. “Agama apapun yg diakui harus saling jaga dan hormati dagn gotong royong. Jaga saling hormati agama satu. Kalau ada yang mengganggu silahkan lapor saya,” kata dia, seusai peresmian padmasari.

Dalam sambutannya, Suharsono memaparkan bangsa Indonesia dianugerahi oleh Tuhan sebagai bangsa yang majemuk, beragam, dan berbeda-beda. Indonesia memiliki 714 suku yang mendiami di lebih dari 17.000 pulau dengan agama yang berbeda-beda. Indonesia juga mempunyai bahasa daerah lebih dari 1.100 yang beragam, berbeda, serta ekspresi seni budaya yang beraneka warna.

“Perbedaan yang ada, seperti latar belakang agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu dan hidup rukun dalam keharmonisan. Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, saling tolong-menolong, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ujar Bupati.

Lebih jauh, mantan pensiuanan Polri berpangkat Komisaris Besar ini mengaku baru pertama kali mengetahui ada sekolah Tumbuh di Bantul. Sekolah di bawah Yayasan Edukasi Anak Nusantara itu sudah ada di Bantul sejak 2017 lalu. Selain SMP, sekolah tersebut menjadi satu kompleks dengan SD dan SMA.

Ketua Yayasan Edukasi Anak Nusantara, KPH Wironegoro mengatakan sebagai sekolah inklusi, sekolah Tumbuh secara rutin memperingati hari-hari besar keagamaan dari masing-masing penganut agama, termasuk galungan yang rutin dirayakan umat Hindu. Tetapi dalam perayaan Galungan kali ini dibarengi dengan pembangunan padmasari. “Peletakan batu pertama Padmasari ini jadi momen penting kami agar bisa menyediakan titik suci untuk [umat] agama Hindu berdoa,” kata Wironegoro.

Adanya padmasari di lingkungan sekolah tersebut diakui Wironegoro menjadi salah satu kontribusi sekolah tumbuh bahwa Bantul sangat pro terhadap toleransi. Selama ini, SD Tumbuh telah memfasilitasi keberagamaan sehingga diharapkan dapat menularkan kecintaan siswa pada keberagaman di Bantul. “Mangga [silakan] umat Hindu mau mampir ke sekolah untuk berikan sesaji dipersilakan,” ucap pria yang juga suami dari GKR Pembayun, putri sulung Sri Sultan HB X tersebut.