PHDI Pastikan Belum Berencana Menambah Rumah Ibadah

Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Harian PHDI Pusat Yanto Jaya (kiri) dan Ketua PHDI DIY Periode 2019-2024 I Nyoman Warta (paling kanan) dalam penutupan Lokasabha IX PHDI DIY di Pura Jagatnatha, Plumbon, Banguntapan, Bantul Minggu (22/12/2019) petang. - Harian Jogja/Sunartono
24 Desember 2019 14:17 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) memastikan belum akan menambah jumlah rumah ibadah di wilayah DIY, tetapi akan memaksimalkan perbaikan sejumlah rumah ibadah terutama bangunan tua. Hal itu terungkap dalam Lokasabha IX atau pemilihan ketua PHDI DIY di Pura Jagatnatha, Plumbon, Banguntapan, Bantul Minggu (22/12/2019).

Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Harian PHDI Pusat Yanto Jaya mengatakan saat ini pihak belum memiliki rencana untuk menambah rumah ibadah, tak terkecuali wilayah DIY. Tetapi akan memaksimalkan tempat ibadah yang saat ini sudah ada agar bisa dimanfaatkan jemaatnya. Perbaikan sejumlah bangunan tempat ibadah yang sudah berusia tua akan dilakukan di wilayah DIY.

"Untuk rumah ibadah mungkin sementara tidak menambah dulu, kami hanya ingin merenovasi rumah ibadah yang tua yang perlu peremajaan. Karena bangunan tua, ini butuh biaya yang besar, perlu uluran tangan pemda baik di provinsi maupun kabupaten dan kota, agar semua kembali seperti sediakala,” katanya dalam Lokasabha IX PHDI DIY di Pura Jagatnatha, Plumbon, Banguntapan, Bantul, Minggu (22/12/2019) petang.

Dalam Lokasabha IX itu terpilih I Nyoman Warta sebagai Ketua PHDI DIY untuk periode 2019-2024. Sebanyak 70 umat sebenarnya memiliki hak suara namun yang hadir hanya 67 orang yang terdiri atas mayoritas PHDI kabupaten dan kota di DIY serta sejumlah lembaga yang berada di bawah PHDI DIY.

Yanto meminta kepada Pengurus PHDI DIY terpilih agar segera melakukan koordinasi dengan Pemda DIY sehingga ke depan berbagai programnya terkait umat bisa berjalan dengan baik. Selain itu, agar segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah di level kabupaten dan kota di DIY untuk meminimalisasi terjadinya persoalan yang berkaitan dengan keumatan.

“Kami juga bersama pemda setempat [kabupaten dan kota di DIY, termasuk [menyelesaikan] persoalan di Bantul beberapa waktu lalu, selesaikan dengan baik, jadi harapan kami sudah tidak ada masalah ke depan. Karena kami punya konsep, bahwa kita semua itu bersaudara, dengan bersaudara urusan sebesar apapun bisa kita capai, kita selesaikan,” ujarnya.

Selain itu Yanto berharap agar PHDI DIY lebih menggiatkan lagi lembaga yang berada di bawah parisada. Mulai dari lembaga hukum, sosial dan lainnya supaya memberikan manfaat bagi seluruh umat. “Hari ini [lokasabha IX ini sudah mulai terbuka pemikiran umat untuk terus mengembangkan parisada dengan terpilihnya ketua baru, dan tidak lagi diserahkan kepada satu orang,” ucapnya.

Ketua PHDI DIY Periode 2019-2024 I Nyoman Warta mengatakan salah satu yang akan menjadi sasaran programnya adalah kalangan milenial, sehingga berbagai program akan tetap seimbang dengan perkembangan zaman. Selain itu keaktifan generasi muda di parisada juga diharapkan memudahkan regerenasi kepemimpinan di masa mendatang. Pihaknya akan menjalankan sejumlah program dari pengurus sebelumnya meski ditambah beberapa yang baru.

“Beberapa program tentu ada yang baru sesuai dengan perubahan zaman. apa pun yang sudah berjalan akan kami lanjutkan, sehingga antar program tepat sasaran terutama pembinaan dan pendidikan, terutama di kalangan generasi muda, saat ini zamannya milenial,” ujarnya.