Pembangunan Tol Jogja-Solo: Jumlah Bidang Terdampak di Sinduadi Bertambah

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
25 Februari 2020 04:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Jumlah pemilik bidang tanah terdampak pembangunan jalan tol di Sinduadi, Mlati bertambah dari sebelumnya 108 bidang bertambah menjadi 163 bidang. Adapun di Sendangadi jumlah tanah terdampak tetap sama, yakni 48 bidang.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno menjelaskan di desa Sinduadi mayoritas bidang yang terdampak merupakan lahan bisnis. Dari jumlah tersebut tanah kas desa sebanyak empat bidang, dengan delapan jalan desa yang terdampak. "Selain itu ada sekolah dan makam yang terdampak," katanya usai Sosialisasi Pengadaan Tanah di Balai Desa Sinduadi, Senin (24/2/2020).

Untuk makam di Purwosari, katanya, ahli waris nantinya akan dikumpulkan karena ada skema sendiri untuk makam yang terdampak pembangunan jalan tol. "Nanti Kades akan mengumpulkan para ahli waris setelah diketahui titik makam yang terkena proyek," katanya.

Makam-makam yang terkena proyek jalan tol yang akan direlokasi. Hal itu dilakukan karena tidak semua makam di Purwosari yang terkena dampak pembangunan jalan tol. "Tadi saya katakan yang terkena harus dibebaskan, yang tak terkena kan tetep di situ. Itu makam," katanya.

Disinggung soal THR perempatan Monjali dengan desain terbaru, Krido mengatakan jika pihak konsultan dan Binamarga sudah melakukan penghitungan dengan matang. "Mengapa kendaraan yang dari arah selatan dan utara harus diputar itu bagian dari pertimbangan," katanya.

Sebab jalan Ring Road yang saat ini ada digunakan untuk jalan tol. Jalan ring road baru akan dibangun baik di sisi Selatan maupun Utara jalan Ring Road yang ada saat ini. "Yang dari arah selatan ke utara itu harus ke barat dulu kurang lebih 350 meter. Baru muter lagi ke timur 350 meter juga," katanya.

Demikian juga dari arah utara ke selatan, harus muter ke timur dulu lebih kurang 700 meter, baru ke barat baru ke selatan. "RHR-nya justru itu bisa diputer itu, untuk mengurangi crowded lalu-lintas. Sehingga tidak mengganggu fungsi simpang empat monjali. Karena fungsi ringroad lama bergeser ke arah utara dan selatan," katanya.

Krido mengatakan bangunan jalan tol di sisi persimpangan Jambore tetap dibangun di sisi Selatan flyover. Itu sudah klir. Sehingga gambar-gambar yang pernah keluar itu harus diluruskan gambar yang sekarang definitif. "Hasil sosialisasi bahwa posisi tol itu selatannya, sejajar dengan flyover," katanya.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi menambahkan untuk mengurangi crowded di simpang Monjali, maka fasilitas on off di Monjali ditiadakan. Di sepanjang Ring Road on off hanya berada di Maguwoharjo, Simpang UPN dan Trihanggo. "Lainnya ada exit tol yang disediakan di Bokoharjo agar jalan bisa menyambung dengan outer ring road,"katanya