Desak Kasus Dugaan Plagiat Rektor Dituntaskan, BEM Unnes Datang ke Jogja

Sejumlah mahasiswa yang merupakan anggota BEM KM Unnes membentangkan spanduk di depan Kantor ORI DIY, di Jogja, Kamis (27/2/2020). Mereka menuntut penuntasan kasus dugaan plagiat Rektor Unnes Fathur Rokhman.-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
27 Februari 2020 22:17 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Belasan mahasiswa yang merupakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendatangi Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY agar mengawal penanganan kasus dugaan plagiat Rektor Unnes Fathur Rokhman.

Penyelidikan kasus dugaan plagiat disertasi Rektor Unnes tersebut kini ditangani otoritas Universitas Gadjah Mada (UGM) tempat Fathur Rokhman mengambil studi doktoral. Mahasiswa menilai kasus tersebut terlalu lama ditangani dan telah berlarut-larut karena sudah dilaporkan sejak 2018. Mereka mendesak UGM menuntaskan kasus tersebut.

Presiden BEM KM Unnes, Muhammad Fajar Ahsanul Hakim, mengatakan kedatangan rombongannya ke ORI DIY untuk mencari kepastian terkait dengan penanganan kasus tersebut. Apapun hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan oleh UGM terkait dengan kasus itu.

"Kalau memang hasilnya terbukti melakukan plagiat, pihak terkait diharapkan segera mengumumkannya. Bahkan ditindak tegas," kata dia kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Sebaliknya jika hasil pemeriksaan otoritas UGM menyatakan tidak ada unsur plagiat, pihaknya meminta segera diumumkan dan ditindaklanjuti, untuk mengembalikan nama baik kampus Unnes.

"Efeknya [kasus berlarut-larut] tidak baik bagi kami [mahasiswa], alumni, dan civitas academica karena kampus kami dicap tidak memegang teguh nilai pendidikan tinggi," ungkapnya.

Pada hari yang sama, pihaknya berencana menemui Rektor UGM Panut Mulyono lantaran sudah mengirim surat sekitar sepekan lalu. Namun tidak ada tanggapan dari UGM.

Kepala ORI DIY Budi Masturi menyatakan setelah bertemu dengan perwakilan BEM Unnes, ORI pada Jumat (28/2/2020) ini akan menyurati UGM. Surat tersebut berisi permintaan agar UGM segera menyampaikan kepada publik hasil pemeriksaan Senat Akademik atas dugaan plagiat yang dilakukan Fathur Rokhman.

"Besok akan kami kirim surat langsung," kata Budi. Kapasitas ORI DIY dalam kasus ini kata dia hanya memastikan penanganan yang dilakukan otoritas kampus negeri itu berjalan sesuai prosedur alias profesional, di antaranya dengan melayangkan surat meminta klarifikasi. Namun pihaknya tiak berwenang memeriksa ulang Rektor Unnes.