Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Petugas Museum Benteng Vredeburg memberishkan cat yang menempel akibat aksi vandalisme pada dinding relief Monumen Serangan Oemoem 1 Maret di kawasan Titik Nol Kilometer, Jogja, Rabu (20/2/2019).-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal kejadian peristiwa Serangan Umum 1 Maret terus diupayakan menjadi hari besar nasional. Kendati hal itu sudah diupayakan sejak Kota Jogja dipimpin Wali Kota Herry Zuhdiyanto, tetapi nyatanya Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY baru secara resmi melayangkan surat pengusulan ke Kementerian Dalam Negeri pada tahun lalu.
Ketua Cabang Paguyuban Wehrkreis III Kota Jogja S. Sudjono mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengupayakan 1 Maret sebagai hari besar nasional, sosialiasi harus terus dilakukan.
Disinggung soal nama, kata dia, Paguyuban Wehrkreis III Kota Jogja mengusulkan nama hari besar nasional untuk memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret adalah Hari Penegakan Kedaulatan Negara. “Secara formal, usulan sudah sampai ke Pusat [Kementerian Dalam Negeri]. Pemda DIY sudah bekerja menangani usulan ini. Tetapi karena masyarakat Indonesia belum banyak yang tahu soal peristiwa ini, maka perlu disosialisasikan dulu," ujarnya, Jumat (28/2/2020).
Salah satunya, imbuh Sudjono, adalah melalui kegiatan bertajuk Semarak Serangan Umum 1 Maret. Rangkaian acara bertemakan Menuju Penegakan Kedaulatan Negara tersebut digelar mulai Jumat (28/2) hingga Sabtu (7/3).
Tema tersebut dipilij karena Serangan Umum 1 Maret merupakan tindakan penegasan eksistensi Indonesia di mata dunia. "Setelah proklamasi, kemerdekaan Indonesia tidak langsung diakui. Belanda berusaha menutup-nutupinya," ujarnya.
Selanjutnya, atas komando Jenderal Soedirman, tentara Indonesia bersama rakyat melancarkan serangan ke Jogja yang saat itu merupakan Ibu Kota Indonesia dan sedang diduduki Belanda dalam Agresi Militer II.
Keberhasilan serangan ini tersebar dengan cepat sampai ke dunia internasional. Hal inilah yang lantas memunculkan pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rangkaian Kegiatan
Sudjono menjelaskan rangkaian kegiatan Semarak Serangan Umum 1 Maret dimulai pada Jumat dengan acara Kerja Bakti Tetenger Serangan Umum 1 Maret di Ngejaman, Taman, Kraton, Jogja, selanjutnya digelar Jambore Kesejarahan di Hotel Abadi dan dilanjutkan di Dusun Temanggal, Sabtu (29/2/2020).
Setelah Jambore Kesejarahan, peringatan dilanjutkan dengan Malam Tirakatan di Plaza Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret, Sabtu malam. Acara ini akan dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni dan gelar Wayang Republik dengan lakon Jogja Kota Republik.
Puncak acara, kata dia, digelar pada Minggu (1/3/2020) pagi yang diawali dengan upacara di Plaza Monumen SO 1 Maret. Kemudian dilanjutkan dengan Pameran Tempoer Dibalik Serangan Fajar di Museum Benteng Vredeburg. “Pameran digelar sampai Kamis [5/3/2020],” ucap dia.
Selain itu, di puncak acara, Komunitas Djogjakarta 45 juga akan menggelar Parade Teaterikal Peristiwa Serangan Umum 1 Maret, dengan mengambil start dari DPRD DIY sampai Titik Nol Kilometer. "Kemudian pada Senin [2/3/2020] akan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara," ujarnya.
Kasi Sejarah Disbud DIY, Gede Adi Atmaja, mengatakan melalui Semarak Serangan Umum 1 Maret usulan hari besar ini diharapkan dapat mendorong proses realisasi usulan. "Para peserta yang akan tampil pada Minggu [puncak acara], kami minta menyampaikan pesan, selain tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret, juga mendorong agar Pusat menjadikan peristiwa ini sebagai hari besar nasional," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.
Kejagung melimpahkan Yeka Hendra dan barang bukti ke JPU Kejari Jakarta Pusat untuk segera disidangkan terkait perkara korupsi ekspor CPO.
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
Harda Kiswaya resmi dilantik sebagai Ketua IKA UII DIY. Ia menekankan peran alumni dalam menjaga almamater dan memberi manfaat bagi masyarakat