Mata Kodir Basah saat Bercerita Tak Bisa Tolong Lebih Banyak Siswa SMPN 1 Turi

Kodir saat Datang ke acara Hitam Putih - Youtube
28 Februari 2020 21:57 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sudarwanto alias Kodir, warga Donokerto, Turi, Sleman, yang menyelamatkan puluhan siswa SMPN 1 Turi yang terjebak arus deras saat susur sungai di Kali Sempor, Donokerto, Jumat (21/2/2020), diundang ke acara Hitam Putih yang disiarkan langsung oleh Trans 7. Ia mengaku sedih lantaran tak bisa menolong lebih banyak siswa yang tenggelam.

Kodir diwawancarai presenter Hitam Putih Deddy Corbuzier bagaimana ia menyelamatkan puluhan siswa SMPN 1 Turi yang hanyut di Kali Sempor.

Saat wawancara berlangsung, Deddy Corbuzier menangkap raut wajah sedih Kodir.

"Maaf ketika saya ngomong mas agak ngembeng [berlinang air mata] matanya, itu gimana, sedih?

"Teringat aja sama anak-anak yang enggak bisa tertolong semua, itu sedihnya," kata Kodir.

Ia juga menyesal datang terlambat saat peristiwa itu terjadi.

"Saya kan udah mau nyari ikan jam tiga. Itu air udah deras, anak-anak sudah pada hanyut semua. Kalau saya lebih awal dari jam tiga paling enggak saya kejadiannya tahu. Tapi kan saya enggak awal. Udah ga ketolong lagi," kata dia.

Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan penghargaan kepada Ahmad Hidayat alias Sudiro (Mbah Rois) dan Sudarwanto alias Kodir, warga Donokerto, Turi, Sleman, yang menyelamatkan puluhan siswa SMPN 1 Turi yang terjebak arus deras saat susur sungai di Kali Sempor, Donokerto, Jumat (21/2/2020).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Rachmat Koesnadi mengatakan setelah mendengar dan membaca berita mengenai sosok Sudiro dan Kodir, Menteri Sosial Juliari Batubara memerintahkan jajarannya untuk memberikan penghargaan kepada kedua penolong siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman.

“Mensos sangat memberikan perhatian kepada warga yang telah melakukan aksi kemanusiaan seperti kepada Mas Kodir dan Mbah Sudiro,” ujar Rachmat saat dijumpai awak media, Selasa (25/2/2020).