Advertisement
Demam dan Infeksi Paru, WNA Jepang Suspect Corona Dirawat di RSUP Dr Sardjito
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. - THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Pasien terduga terinfeksi virus corona kini dirawat di RSUP Dr Sardjito Jogja.
Satu Warga Negara Asing (WNA) Jepang suspect virus corona Covid-19 dirujuk ke RSUP Dr Sardjito, Rabu (4/3/2020). Tim medis rumah sakit tersebut tengah menangani pasien yang kini dalam kondisi baik.
Advertisement
"WNA Jepang datang tanggal 3 ini sudah masuk hari kedua dalam kondisi baik," ungkap dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Paru RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati, di sela koordinasi dengan Pemda DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/2/2020).
Menurut Ika, WNA tersebut saat ini hanya mengalami demam dengan adanya infeksi di paru-paru. Namun, kondisi pasien sudah mulai membaik dan menurut pemeriksaan klinisnya juga stabil.
Ika berharap, dari pemeriksaan yang dilakukan, pasien tersebut negatif corona. Apalagi bila dilihat dari klinisnya, demam pasien juga sangat ringan.
"Kita tinggal menunggu dari Litbangkes," jelasnya.
Selain WNA, Sardjito juga tengah menunggu hasil pemeriksaan dari satu pasien yang sebelumnya dirujuk ke rumah sakit tersebut. Hasil itu biasanya bisa didapat sekitar 4-5 hari karena load ke Balitbangkes sangat banyak.
"Hasilnya tepat 24 jam, tapi karena masih full di Litbangkes, keterbatasan tenaga dan alat," ungkapnya.
Ika menambahkan, pihaknya merahasiakan identitas pasien yang dirujuk ke Sardjito. Namun, pihaknya sudah mengontak Kedutaan Jepang untuk membantu pemulangan WNA tersebut bila sudah sembuh.
"Begitu hasil keluar negatif, kondisi bagus, akan kita koordinasikan ke dinas kesehatan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








