Drainase Meluap, 40 Rumah di Lendah Kulonprogo Terendam Banjir

Banjir di Dusun Ngipik, Bumirejo, Lendah akibat luapan drainase Wonokasih-Kengkeng dari hujan deras sejak Rabu (4/3/2020) sore hingga Kamis (5/3/2020) pagi. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
05 Maret 2020 13:37 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Setidaknya 40 rumah di Dusun Ngipik dan Dusun Kalangan, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah terendam banjir sejak Kamis (5/3/2020) subuh. Air berasal dari drainase Wonokasih-Kengkeng di selatan dusun yang meluap lantaran hujan turun di wilayah ini sejak Rabu (4/3/2020) sore.

Salah seorang warga Ngipik yang terdampak, Saryono menuturkan jika hujan yang turun dari kemarin sore membuat pekarangannya terendam air pada pukul 03.00 WIB. Lantaran tak kunjung reda, rendaman air meninggi dan mulai masuk ke rumah pukul 04.00 WIB.

"Perkiraan saya tadi malam hujan itu enggak sampai banjir, soalnya hujannya kecil, tapi memang turun terus enggak berhenti," kata pria 61 tahun ini.

Sejak 10 tahun terakhir ia kerap mengalami banjir dari luapan drainase di selatan dusun. Untuk itu, ia telah mengantisipasi dengan meninggikan rumahnya supaya tidak terendam. Kali ini, bagian dapur rumahnya masih terkena rendaman banjir setinggi 25 cm.

Lurah Bumirejo, Edi Winarna saat meninjau lokasi banjir menjelaskan bencana ini terjadi akibat saluran sekunder Wonokasih-Kengkeng yang terletak di selatan dusun dianggap sudah tidak mampu menampung debit air yang bertambah dari hujan sejak Rabu sore. Terlebih, drainase tersebut mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga air tidak bisa ditampung dan meluap ke permukiman.

"Terlebih jembatan di Jalan Raya Ngipik Jurusan Kenteng-Cangakan ini kurang tinggi, jadi air drainase dari timur menuju ke barat terbendung jembatan dan meluap," kata Edi.

Menurutnya, pihak pemerintah kalurahan sudah beberapa kali mengajukan usulan untuk normalisasi saluran sekunder setiap musrenbang kapanewon. Namun, hingga kini belum ada perhatian dari pihak terkait.

"Saya sempat sampaikan ke legislatif untuk diusulkan ke BBWSO untuk menormalisasi saluran sekunder ini dan kali di sebelah utara Bumirejo. Jawaban mereka saat ini masih fokus [normalisasi sungai] sekitar bandara [YIA]," jelasnya.

Edi berharap Pemkab Kulonprogo segera memberi perhatian lantaran di wilayah ini sering terjadi banjir setiap tahun.

Selain di Lendah, banjir juga merendam rumah 35 KK di Dusun Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih serta SMK Kelautan, Kapanewon Temon. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Edi Wibowo menuturkan di titik-titik itu air mencapai 30 cm.

"Yang di Bujidan itu juga karena drainase Kedundang meluap. Sementara yang SMK Kelautan kami belum assessment karena belum ada laporan resmi masuk," kata Edi.

Ia mencatat ada total 33 kejadian akibat hujan deras yang turun selama Rabu-Kamis di Kulonprogo, meliputi pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.