Hujan di Sleman Merusak Rumah dan Saluran Drainase

Kerusakan sebuah drainase Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
05 Maret 2020 01:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sleman pada Selasa (3/3/2020) lalu mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik yakni kerusakan sebuah drainase Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak dan sebuah jembatan perumahan Jombor Baru di Sendangadi, Mlati, Sleman.

Kabid Kedauratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan jika hujan deras mengakibatkan aliran air yang besar di drainase. Kemudian, aliran air yang deras tersebut menggerus pondasi drainase.

"Kejadian pukul 16.30 wib, karena saking kuatnya arus, drainase roboh dan talut drainase berbelok. Tidak jauh dari aliran terdapat tiang teras rumah yang ikut tergerus dan teras dengan luas tiga kali tiga ikut diikuti atap kayu dan genteng yang ada di atasnya," ujar Makwan, Rabu (4/3/2020).

Saat kejadian jebolnya drainase, seorang warga Mbendungan, Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak bernama Ranti, 60, kebetulan sedang mencari barang bekas dan berteduh di teras rumah yang ambrol.

"Korban terluka pada bagian tumit karena tertimpa runtuhan, dan menyelamatkan diri dengan cara merangkak, korban juga tertimpa dibagian tubuhnya yang lain, namun dia tidak bisa mengingat kejadian secara pasti, karena berlangsung cepat, korban dibawa ke klinik Gandok, namun tidak diterima, kemudian dibawa ke RSI PDHI Kalasan," terangnya.

Lebih lanjut, jembatan perumahan di Jombor Baru, Sendangadi, Mlati, Sleman juga mengalami kerusakan. Hujan lebat yang cukup lama akhirnya menggerus sayap jembatan dan mengakibatkan talut sayap jembatan panjang 30 meter, tinggi 2,5 meter, dan lebar 10 meter ambrol. Kejadian ambrolnya sayap jembatan terjadi pukul 19.00 wib.

"BPBD sudah menutup akses jalan dengan ditutup terpal agar kerusakan jembatan tidak menjadi parah dan juga menghindari longsoro, BPBD akan menyiapkan bronjong. Dari pihak desa juga siap untuk menyiapkan material bronjongnya, tidak ada korban jiwa" terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Sapto Winarno mengatakan jika kerusakan drainase di Ngemplak dan jembatan di Jombor sementara ini akan ditangani oleh BPBD terlebih dahulu. Instansinya juga akan membantu serta mendata kerusakan dan perencanaan perbaikannya.

"Pelaksanaan akan diprioritaskan di anggaran perubahan. Saat ini hanya penanganan darurat. Penanganan darurat sendiri tergantung jenis kerusakan di lapangan, bisa dengan karung pasir atau bronjong. Sementara didata dulu," tutupnya.