Masuk Tahun Politik, Kedata Incar Kolaborasi dengan Calon Kepala Daerah

Kedata berkunjung ke Griya Harian Jogja, Jumat (6/3/2020). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
06 Maret 2020 18:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pada momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) seperti sekarang, para calon kepala daerah yang ingin maju dalam perebutan kursi kepala daetah dapat memanfaatkan perusahaan analitik big data digital seperti Kedata untuk menjaring suara.

Co-Founder Kedata Anggoro menyampaikan cara itu dapat membantu para calon kepala daerah untuk mengetahui seberapa populer dirinya di masyarakat. Kedata juga bisa menyuguhkan data karakteristik masyarakat serta permasalahan yang ada di daerah tempat dia mencalonkan diri.

Hal itu karena Kedata mampu memberikan insight report berdasarkan data yang diolah baik dari data internal maupun eksternal yang bersumber dari media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Anggoro mengatakan bekerja sama dengan perusahaan analitik big data akan lebih efektif untuk menjaring suara ketimbang melakukan hal-hal lain termasuk yang melanggar hukum seperti praktik politik uang.

"Kekuatan politik uang hanya terbatas siapa yang paling kaya dan ini jelas dilarang karena melanggar hukum. Tetapi bersama Kedata, calon [kepala daerah] kita ajak [melakukan pendekatan ke masyarakat] berdasarkan data yang sudah ada. Misalnya kemiskinan," katanya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja," Jumat (6/3/2020).

Data yang disodorkan kepada klien merupakan hasil analisis Kedata terhadap media sosial, baik milik klien, pemerintah daerah, warganet, maupun data sekunder seperti demografi dan pendapatan per kapita masyarakat.

Menurut Anggoro, data yang dihasilkan tersebut bisa menjadi tolok  ukur bagi tim sukses untuk menyusun visi misi calon kepala daerah. "Problem apa yang ada di masyarakat, itu yang ditawarkan," tuturnya.

Anggoro berpendapat cara ini akan lebih efisien dari sisi biaya yang harus dikeluarkan para calon kepala daerah.  “Bersama kami [Kedata], biaya yang dikeluarkan akan lebih hemat," kata dia.

Anggoro mengatakan sudah banyak perusahaan big data yang berkembang di Indonesia, tetapi yang memiliki keunggulan di bidang algoritma runut balik atau backtracking masih sedikit. "Backtracking kami [Kedata] unlimited. Tidak terbatas waktu. Nge-tweet apa pertama kali bisa kami lihat," katanya.

Di Indonesia, Anggoro memperkirakan hanya ada dua sampai tiga perusahaan big data yang memiliki keunggulan unlimited backtracking seperti itu.