Dampak Hujan Panjang di Sleman, Pohon Bertumbangan dan Tanah Longsor Menimpa Rumah Warga

Tanah longsor di wilayah kecamatan Prambanan, Sleman. - Ist/BPBD Sleman
06 Maret 2020 03:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Sejumlah pohon di wilayah Sleman roboh imbas hujan deras disertai angin di sejumlah titik yang berlangsung sejak Rabu (4/3/2020) sore hingga Kamis (5/3/2020) pagi. Total ada 10 titik pohon tumbang yang terjadi pada pukul 04.00 WIB Kamis (5/3/2020). Bahkan, di wilayah Prambanan terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga.

Kabid Kedauratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan jika dari sepuluh titik pohon tumbang sudah mampu diatasi oleh tim reaksi cepat (TRC) BPBD Sleman dengan pemotongan pohon yang tumbang, pembersihan material bangunan yang rusak, dan pemberian bantuan darurat kepada warga yang terdampak.

Kesepuluh titik pohon tumbang diantaranya terjadi di wilayah Pakembinangun, Pakem; Wonorejo, Hargobinangun, Pakem; Japanan, Margodadi, Seyegan; Gondang, Banyurejo, Tempel. Pohon tumbang juga menyasar Masjid Al Kautsar PKU Muhammadiyah di Jalan Pakem-Cangkringan, Pakembinangun, Pakem.

"Tumbangnya pohon bambu juga terjadi di Boyong, Hargobinangun, Pakem dan menimpa jaringan listrik. Kemudian, pohon jati roboh juga menimpa rumah dan kandang sapi di Gatak, Selomartani, Kalasan. Lebih lanjut, Pohon jati tumbang juga terjadi di Glagaharjo, Cangkringan dan menimpa jaringan listrik. Pohon bambu juga tumbang dan menimpa kabel listing di Tanen, Hargobinangun, Pakem. Terakhir, pohon tumbang melintang di alur sungai Pelang di Jalan Anggajaya III Condongcatur, Depok," ujar Makwan, Kamis (5/3/2020).

Tidak hanya pohon tumbang, kejadian longsornya talut jembatan jjuga kembali terjadi di Gejayan, Condongcatur, Depok pada pagi dini hari tadi. Hujan lebat menyebabkan banjir dan menggerus pondasi talut. "Talut jembatan longsor dan pondasi rumah penduduk juga ambles, namun rumah tidak ditempati, tidak ada korban jiwa," imbuhnya.

Adapun, tanah longsor juga terjadi di dua titik yang berada di wilayah kecamatan Prambanan. Kedua titik tersebut diantaranya di Punthuk, Gayamharjo Prambanan yang menimpa rumah milik Paiyem dan Kalinongko Kidul, Gayamharjo Prambanan yang menimpa rumah milik Slamet.

Ketua FPRB Bandung Bondowoso Prawoto mengatakan jika hujan deras sejak kemarin Rabu (4/3/2020) sore kemungkinan mengikis tanah yang ada di sekitar dua rumah warga yang ditimpa tanah longsor.

"Tadi pagi jam 5.30 korban (Paiyem) mendengar suara gemuruh yang mengenai tembok rumahnya, setelah dilihat keluar ternyata benar temboknya terkena longsor, tidak ada korban jiwa, sama halnya dengan longsor yang mengenai rumah Slamet warga Gayamharjo, Prambanan. Pukul empat pagi korban (Slamet) mendengar suara gemuruh yang mengenai dapurnya, setelah dilihat keluar ternyata dapurnya terkena longsoran," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Sapto Winarno mengatakan jika kerusakan drainase di Ngemplak dan jembatan di Jombor sementara ini akan ditangani oleh BPBD terlebih dahulu. Instansinya juga akan membantu serta mendata kerusakan dan perencanaan perbaikannya.

"Pelaksanaan akan diprioritaskan di anggaran perubahan. Saat ini hanya penanganan darurat. Penanganan darurat sendiri tergantung jenis kerusakan di lapangan, bisa dengan karung pasir atau bronjong. Sementara didata dulu," tutupnya.