Potongan Video Banjir dan Tanah Longsor Kulonprogo Bikin Geger Warga, Ini Faktanya

Tanah longsor di Kulonprogo. - Harian Jogja/Uli Febriarni
06 Maret 2020 04:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Kulonprogo dibikin geger dengan potongan video pemberitaan salah satu stasiun televisi Net TV tentang banjir dan tanah longsor di Kulonprogo. Video berdurasi 2 menit tersebut tersebar di grup-grup WhatsApp warga Kulonprogo pada Kamis (5/3/2020).

Dalam video ini dijelaskan bahwa banjir melanda lima kapanewon, dan yang paling parah di Kapanewon Panjatan. Tiga kalurahan di kapanewon tersebut yakni Panjatan, Gotakan dan Kanoman terendam air dengan ketinggian hingga 50 cm. Disebutkan pula terjadi tanah longsor di 12 titik di Kulonprogo.

Merespon hal itu, jajaran kepolisian resor Kulonprogo langsung meninjau lokasi yang dimaksud. Salah satunya dilakukan Polsek Panjatan. Kapolsek Panjatan AKP Maryanto mengatakan kondisi tiga desa yang disebutkan dalam video itu masih berstatus aman. Hujan yang mengguyur Panjatan sejak Rabu (4/3/2020) sampai pagi hari tadi memang membuat debit air di selokan-selokan penuh, namun tidak sampai meluap.

"Di Dusun I Gotakan yang juga masuk kawasan Kemendung seperti yang diberitakan Net TV itu tidak terjadi, jadi debit air masih aman... genangan di rumah warga juga tidak terjadi," kata Maryanto lewat potongan video yang menunjukkan kondisi lokasi tersebut, Kamis.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Harian Jogja, video tersebut memang benar bikinan Net TV. Namun bukan memberitakan kondisi saat ini, melainkan dua tahun lalu kala badai Cempaka menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kulonprogo. Hal itu bisa diketahui di channel YouTube Net.Biro Yogyakarta.

Hingga berita ini ditulis belum diketahui siapa yang menyebarkan potongan video tersebut hingga membikin kepanikan warga Kulonprogo.