Dua Warga Bantul Dilaporkan Hilang

Ilustrasi - Antara
07 Maret 2020 02:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sumijem, 70, warga Dusun Poyahan, Desa, Seloharjo, Pundong, dinyatakan hilang sejak Kamis (5/3/2020) lalu di desa setempat dan hingga Jumat (6/3/2020) sore belum ditemukan.

Sebelumnya Pairin, 66, warga Dusun Kembangsong, Desa Trimulyo, Jetis, yang hilang sejak Rabu lalu hingga Jumat sore juga belum ditemukan. Tim gabungan pencarian dan penyelamatan yang terus melakukan upaya pencarian terhadap dua warga tersebut.

Menurut Kapolsek Pundong, AKP Haryanto, Sumijem pergi dari rumah sejak pukul 05.00 WIB tanpa pamit kepada keluarganya dan sampai Jumat belum juga pulang ke rumah. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata dia, korban sudah pikun. Sebulan lalu, koran juga sempat pergi dari rumah dan ditemukan warga di Sempalan Pundong.

Saat ini tim pencarian dan penyelamatan masih terus berusaha menemukan korban. Ada sekitar 60 personel gabungan yang dikerahkan dari TNI-Polri, unsur Search and Rescue (SAR), PMI, warga dan sejumlah relawan. Posko pencarian juga didirikan di kompleks Sendang Surocolo, Selopamioro, Pundong, yang tidak jauh dari Goa Jepang. “Sampai sore ini kegiatan pencarian masih berlangsung,” kata Haryanto.

Sementara proses pencarian Pairin juga masih dilakukan samun sampai 3x24 jam korban masih belum ditemukan. Pairin hilang diduga saat mandi di Sungai Opak, tepatnya di selatan Jembatan Sindet, Trimulyo Jetis. Proses pencarian korban dilakukan dengan penelusuran sepanjang sungai Opak dari lokasi kejadian sampai muara Opak di Pantai Depok. Bahkan pencarian diperluas sampai penyisiran di pinggir pantai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Yulius Suharta mengatakan Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis ditugaskan untuk mengusuri dari Depok ke timur. Sementara personel Satlinmas Wilayah IV Samas pencarian ke arah barat. Sementara Badan SAR Nasional menyusui sungai Opak dari Depok sampai jembatan Sindet. “Sampai sekarang pencarian masih nihil,” kata Yulius.

Koordinastor Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis, Arief Nugroho mengatakan jika korban hanyut di Sungai Opak maka ada kemungkinan sudah terbawa arus sampai muara sungai karena sejak tiga hari terakhir volume air sungai meningkat seiring dengan peningkatan intensitas hujan. Bahkan pada Kamis lalu penyisiran hanya dilakukan lewat darat, “Tidak lewat sungai karena membahayakan,” ujar Arief.