KSBN Gelar Pertemuan di Jogja Bahas Napak Tilas 500 Tahun Ferdinand Magellan

Ketua Umum KSBN Hendarji Soepandji (tengah), BRAy Paku Alam X (kedua dari kiri) dalam Rakernas KSBN, Senin (9/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
10 Maret 2020 10:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Komite Seni Budaya Nusantara menggelar pertemuan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Gedung PPSDM Kemendagri, Jalan Argolubang, Baciro, Kota Jogja, Senin (9/3/2020) hingga Selasa (10/3/2020).

Salah satu bahasan adalah rencanan napak tilas 500 tahun pelaut asal Portugis Ferdinand Magellan yang menjadi orang pertama berlayar ke Indonesia. Pertemuan itu dihadiri seluruh daerah di Indonesia, dari Jogja hadir sebagai pemateri utama BRAy Paku Alam X dari Puro Pakualaman.

Dalam kesempatan itu BRAy Paku Alam X mengatakan KSBN dapat mempersatukan Indonesia dari berbagai daerah melalui budaya maupun warisan leluhur. Di sisi lain, daerah termasuk Jogja bisa saling memperkenalkan budaya yang dimiliki.

"Saya rasa Jogja juga perlu ikut di KSBN yang berorientasi pada budaya, memang di Jogja pusat budaya, kerajaan, mengutamakan budaya. Di KSBN untuk ikut mengembangkan budaya yang ada di Jogja. Memperkenalkan budaya Jogja ke daerah lain maupun internasional," terangnya, Senin (9/3/2020).

Ketua Umum KSBN Hendarji Soepandji menjelaskan era perkembangan teknologi ini perubahan terjadi sangat cepat. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak. Meski pun dunia bisa berubah tetapi jati diri bangsa melalui budaya sebaiknya jangan berubah dan jangan sampai hilang. Oleh karena itu budaya mutlak dipertahankan dalam suasana apa pun.

Pihaknya berupaya mengangkat kembali cerita masa lalu yang memiliki nilai budaya dan semangat membangun bangsa. Termasuk di Trowulan akan dihelat sendratari di Sungai Brantas yang mengangkat cerita lahirnya kota. Karena kota-kota di berbagai belahan dunia selalu muncul di tepi sungai.

"Selain itu dalam rakernas ini kami membahas rencana napak tilas pelaut, penjelajah asal Portugis yang pertama kali berlayar ke Asia melewati Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yaitu Ferdinand Magellan," ujarnya.

Fernando de Magelhaens atau dikenal dengan Ferdinand Magellan adalalah penjelajah yang memulai perjalanan daei Eropa menuju ke barat wilayah Asia pada tahun 1519. Ia berlayar setelah disponsori oleh penguasa muda Spanyol,  Pangeran Charles I dengan diberikan sejumlah kapal tua. Tujuan adalah kepulauan rempah di Maluku. Tetapi Magellan tewas dalam pertikaian di Filipina di tahun 1521. Penjelajahan laut misi Magellan kemudian dilanjutkan dengan melewati Maluku, satu di antara awaknya adalah Pigafetta yang kemudian menuliskan kisah-kisah Magellan dalam menaklukkan samudera selama perjalanan.

Napak tilas 500 tahun perjalanan Magellan itu rencananya akan dikemas melalui Festival Bahari Pesona Negeri Saruma di Halmahera Selatan pada Mei 2021. Di mana wilayah ini menjadi tujuan utama dari Magellan dalam mencari rempah-rempah. Ratusan pelaut asal Spanyol dan Portugis diagendakan ikut dalam napak tilas tersebut dan menjadikan event itu berskala internasional.

"Kami sepakat bahwa melalui komunitas budaya ini  bahwa kita tidak boleh lupa dengan jati diri bangsa. Karena ini kami mengangkat napak tilas Magellan dalam perjalanannya menuju tempat kami di Halmahera Selatan untuk mencari rempah-rempah. Kami sudah siapkan semua untuk menyambut peserta," kata Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba.