Banjir Setinggi Pinggang Orang Dewasa dan Rumah Longsor Terjadi di Jogja

Ilustrasi longsor - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
11 Maret 2020 21:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Hujan deras yang mengguyur Kota Jogja pada Rabu (11/3/2020) siang hingga sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik dan satu talut longsor. Banjir cukup parah terjadi di Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman. Sementara talut longsor terjadi talut Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen.

Lurah Klitren, Akhmad Zainuri, menuturkan banjir terjadi di tiga RW, yakni RW 1, RW 7 dan RW 8. Pada RW 7 dan RW 8, banjir terjadi disebabkan tanggul yang tidak mampu menampung debit air. “Sementara RW 1 ada bekas tembok rumah yang jebol, sehingga air menggenangi tiga RT di RW 1,” ujarnya, Rabu. 

Ketiga RW itu kata dia sempat tergenang selama setengah jam, dengan ketinggian paling tinggi hingga sepinggang orang dewasa. Karena cukup tinggi, air pun masuk ke rumah warga. meski demikian warga tetap bertahan dan tidak mengungsi. “Tadi sudah dikondisikan dari Polsek, BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah], KTB [Kampung Tangguh Bencana] dan warga,” katanya.

Ia mengungkapkan di RW 7 dan 8 memang beberapa kali terjadi banjir, khususnya saat di daerah utara hujan deras. Namun intensitas banjir sebenarnya sudah cukup terkurangi dengan adanya program Mundur Munggah Madep Kali (M3K) dan Kotaku.

Banjir terjadi menurutnya bukan karena sampah atau adanya sumbatan pada saluran drainase, melainkan karena memang kapasitas sungai belik yang kecil. “Drainasenya tidak masalah, tapi memang sungainya yang tidak mampu menampung air begitu banyak,” ungkapnya.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonafius Slamet, mengatakan banjir di RW 1 Klitren terjadi pukul 14.30 WIB, dan menggenangi sekitar 100 rumah di sisi timur sungai. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian material berupa peralatan tidur, peralatan sekolah, motor, mobil dan barang lain yang terendam air.

“Kemudian warga secara gotong royong dibantu anggota Polsek, BPBD Kota Jogja, KTB, Tagana dan lainnya membersihkan puing-puing dan kotoran dengan peralatan seadanya. Kami juga menyedot air dengan mesin disel penyedot air, hingga pukul 17.00 WIB air mulai surut,” katanya.

Kejadian lainnya yakni talut longsor di Kelurahan Pringgokusuman, tepatnya di RT 08. Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati, menjelaskan talut longsor terjadi sebanyak dua kali di lokasi yang sama, pertama pada pukul 14.30 WIB dan kedua pukul 16.45 WIB.

Talut yang longsor setinggi 15 meter dengan panjang 10 meter. Akibat kejadian ini, satu rumah terdampak ikut longsor di bagian dapur, kamar mandi dan satu kamar tidur. “Longsoran pertama masih kecil, penghuni rumah beserta barang-barang berharga langsung dievakuasi. Longsoran kedua yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia menuturkan rumah ini merupakan yang paling dekat letaknya dengan Sungai Winongo. Sudah sejak tiga bulan yang lalu posisi rumah yang berada di dekat gorong-gorong sedikit turun dan sudah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk diperbaiki, namun masih dalam proses assessment.

Penghuni rumah tersebut saat ini diungsikan di rumah tetangganya yang lebih aman. Pascalongsor telah datang bantuan dari BPBD Kota Jogja berupa logistik dan terpal untuk menutup talut yang longsor. “Namun karena kondisi masih sulit, tanahnya masih labil, kami sepakat baru akan kerja bakti besok pagi [Kamis],” kata dia.