Ternyata Masih Ada Warga Tak Tahu Abate Dibagikan Gratis

Pelajar membersihkan genangan air di sebuah ember yang diketahui terdapat jentik-jentik nyamuk, beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
13 Maret 2020 20:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul harus bekerja lebih keras menyosialisasikan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, hingga saat ini masih banyak warga yang belum tahu jika abate diberikan secara gratis di setiap puskesmas.

Salah satunya dialami oleh Ranto Wiyatno, warga Desa Putat, Kecamatan Patuk. Ia mengaku tidak tahu bagaimana cara mendapatkan abate yang digunakan untuk membunuh jentik nyamuk. “Kalau dulu [saat Orde Baru] ada pembagian bubuk secara gratis. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” kata Ranto kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).

Menurut dia, untuk pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Selain itu, secara berkala dia juga menguras bak mandi. “Di kolam saya juga pelihara ikan untuk mengurangi perkembangan jentik nyamuk,” katanya. Ranto berharap kepada pemerintah agar terus menyosialisasikan pemberian abate gratis sehingga upaya pencegahan DBD bisa lebih optimal.

Ketidaktahuan juga dialami Kismaya Wibawa, warga Desa Wareng, Kecamatan Wonosari. Menurut dia, sosialisasi pencegahan DBD masih kurang. Sebagai warga ia hanya tahu imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran DBD. Namun untuk akses obat pencegahan seperti abate dia mengaku tidak tahu cara mendapatkannya. “Saya baru tahu kalau abate diberikan secara gratis,” katanya.

Kismaya berharap pemerintah lebih menggalakkan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan akses kepada masyarakat guna mendapatkan abate. “Saya yakin kalau masyarakat tahu cara mendapatkannya, maka upaya pencegahan lebih optmimal,” katanya.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, membenarkan bahwa bubuk abate diberikan secara gratis di setiap puskesmas di Gunungkidul. Warga bisa mengakses obat ini dengan mendatangi puskesmas terdekat. “Semua ada di puskesmas. Yang jelas semua diberikan secara gratis,” katanya.