Museum Sonobudoyo Bidik Pasar Milenial

Peserta lokakarya berburu objek foto berupa tarian tradisional di Museum Sonobudoyo Jogja, Sabtu (25/5/2019). - Istimewa/Dispar DIY
17 Maret 2020 23:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Museum Sonobudoyo, Jogja berupaya menarik minat kalangan milenial dengan berbagai koleksinya.

Kepala Museum Senobudoyo Setyawan Sahli menjelaskan kalangan milenial menjadi salah satu sasaran bagi sonobudoyo untuk diharapkan bisa mengunjungi museum sehingga mendapatkan manfaatnya. Salah satunya melalui proses digitalisasi sejumlah koleksi. “Karena saat ini anak-anak milenial ini lebih erat dengan digital, kami berusaha untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi juga serta keinginan yang sesuai dengan era saat ini,” katanya, belum lama ini.

Dia menjelaskan salah satunya yang sedang disiapkan adalah menata lebih indah halaman depan Museum Sonobudoyo dengan konsep milenial, di mana halaman tersebut nantinya tidak hanya sebagai halaman biasa, tetapi juga bisa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk maupun berfoto. Melalui konsep tersebut, dia berharap masyarakat menjadi lebih dekat dengan Museum Sonobudoyo. “Rencana tesebut kami mulai tahun ini, akhir tahun ini selesai, sehingga nanti halaman depan itu menjadi lebih menarik, kemudian ada panggungnya yang itu bisa digunakan untuk pentas,” katanya.

Tayangan Film

Selain itu, pihaknya juga menyajikan tayangan menonton film di bioskop Sonobudoyo. Masyarakat memberikan respons positif terhadap layanan bioskop Sonobudoyo ini. Banyak pihak yang memberikan apresiasi terutama melalui medsos.

Pasalnya film tersebut secara khusus hanya ada di DIY dan tidak diproduksi atau ditayangkan di lokasi lain. "Ini memang film khusus tentang Jogja, kekhasan Jogja, kearifan lokal Jogja dan produksi dari Jogja, semua orang bisa menikmati film ini, jadi diproduksi bukan hanya untuk warga Jogja saja," ujarnya.

Jumlah film yang disiapkan selama setahun sebanyak 48 judul. Setiap sepekan, kata dia, ada dua dua judul film yang diputar, satu judul di antaranya merupakan film kuno masa lampau. Pemutaran film akan berganti pada pekan berikut dan seterusnya sehingga setiap pekan judul film selalu berganti agar masyarakat tidak bosan. Dalam sebulan ada empat kali perubahan judul yang ditayangkan.

“Bioskop bisa melayani sekitar 42 orang untuk satu tahapan penayangan. Masyarakat yang ingin menikmati layanan ini bisa langsung masuk, dengan menuliskan nama, alamat serta tandatangan. Selanjutnya pengunjung menitipkan sepatu atau sandalnya kemudian diberikan pinjaman sandal khusus untuk dipakai masuk ke bioskop,” katanya.