Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau? Ini Kata Pakar
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Peserta lokakarya berburu objek foto berupa tarian tradisional di Museum Sonobudoyo Jogja, Sabtu (25/5/2019)./Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Museum Sonobudoyo, Jogja berupaya menarik minat kalangan milenial dengan berbagai koleksinya.
Kepala Museum Senobudoyo Setyawan Sahli menjelaskan kalangan milenial menjadi salah satu sasaran bagi sonobudoyo untuk diharapkan bisa mengunjungi museum sehingga mendapatkan manfaatnya. Salah satunya melalui proses digitalisasi sejumlah koleksi. “Karena saat ini anak-anak milenial ini lebih erat dengan digital, kami berusaha untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi juga serta keinginan yang sesuai dengan era saat ini,” katanya, belum lama ini.
Dia menjelaskan salah satunya yang sedang disiapkan adalah menata lebih indah halaman depan Museum Sonobudoyo dengan konsep milenial, di mana halaman tersebut nantinya tidak hanya sebagai halaman biasa, tetapi juga bisa dimanfaatkan pengunjung untuk duduk maupun berfoto. Melalui konsep tersebut, dia berharap masyarakat menjadi lebih dekat dengan Museum Sonobudoyo. “Rencana tesebut kami mulai tahun ini, akhir tahun ini selesai, sehingga nanti halaman depan itu menjadi lebih menarik, kemudian ada panggungnya yang itu bisa digunakan untuk pentas,” katanya.
Tayangan Film
Selain itu, pihaknya juga menyajikan tayangan menonton film di bioskop Sonobudoyo. Masyarakat memberikan respons positif terhadap layanan bioskop Sonobudoyo ini. Banyak pihak yang memberikan apresiasi terutama melalui medsos.
Pasalnya film tersebut secara khusus hanya ada di DIY dan tidak diproduksi atau ditayangkan di lokasi lain. "Ini memang film khusus tentang Jogja, kekhasan Jogja, kearifan lokal Jogja dan produksi dari Jogja, semua orang bisa menikmati film ini, jadi diproduksi bukan hanya untuk warga Jogja saja," ujarnya.
Jumlah film yang disiapkan selama setahun sebanyak 48 judul. Setiap sepekan, kata dia, ada dua dua judul film yang diputar, satu judul di antaranya merupakan film kuno masa lampau. Pemutaran film akan berganti pada pekan berikut dan seterusnya sehingga setiap pekan judul film selalu berganti agar masyarakat tidak bosan. Dalam sebulan ada empat kali perubahan judul yang ditayangkan.
“Bioskop bisa melayani sekitar 42 orang untuk satu tahapan penayangan. Masyarakat yang ingin menikmati layanan ini bisa langsung masuk, dengan menuliskan nama, alamat serta tandatangan. Selanjutnya pengunjung menitipkan sepatu atau sandalnya kemudian diberikan pinjaman sandal khusus untuk dipakai masuk ke bioskop,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.