Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Upacara Melasti yang digelar di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Selasa (19/2/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, BANTUL—Panitia Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka DIY memastikan upacara Melasti yang rencananya diselenggarakan pada 22 Maret mendatang di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, tetap dilaksanakan. Hanya yang terlibat dalam upacara tersebut akan dibatasi dan sejumlah acara pengiring ibadah tersebut akan ditiadakan.
“Terkait dengan wabah virus Corona dan imbauan pemerintah, maka pelaksanaan Melasti meniadakan acara seremonial, tetapi hanya terkait ritual,” kata Ketua Umum Perayaan Nyepi DIY, I Nengah Lotama, dalam jumpa pers di Dinas Pariwisata Bantul, Selasa (17/3/2020).
Lotama mengatakan Melasti merupakan salah satu rangkaian ibadah umat Hindu dengan tujuan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semua makhluk selamat, sehat dan rahayu. Sebelumnya sejumlah rangkaian kegiatan juga sudah digelar di masing-masing pura, bakti sosial, dan Melasti di Pantai Ngobaran, Gunungkidul.
Namun untuk pawai ogoh-ogoh yang rencananya digelar pada 21 Maret di sepanjang Jalan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara Melasti di Pantai Parangkusumo biasanya tidak hanya melibatkan umat Hindu tetapi juga masyarakat setempat dan wisatawan.
Sebelum ritual biasanya juga ada seremonial dari Pendopo Parangkusumo sampai pantai. Menurut Lotama biasanya Melasti di pantai Parangkusumo bisa dihadiri sampai 3.000 orang, tetapi dengan mewabahnya virus Corona, pihaknya perlu mempertimbangkan beberapa hal.
“Tetap dilaksanakan acara Melasti dengan mempertimbangkan bahwa acara tersebut hanya untuk kalangan sendiri, dilakukan di alam terbuka dengan sirkulasi udara bebas dan cahaya matahari cukup,” ujar Lotama.
Ketua I Panitia Nyepi DIY, I Nyoman Redana menambahkan dalam Melasti kali ini panitia tak banyak mengundang umat Hindu, kecuali hanya umat Hindu di DIY guna mengurangi adanya kerumunan massa. Pihaknya juga mempertimbangkan kemungkinan ritual tidak dilakukan secara bersamaan. “Tak lagi dikoordinasi tetapi setiap perwakilan pura nanti langsung ke pantai,” kata Redana.
Redana mengatakan perwakilan umat Hindu dari berbagai pura di DIY nantinya membawa jempana dari puranya masing-masing yang dilengkapi dengan senjata nawa sanga untuk disucikan di laut. Pemberangkatan dari pura direncanakan pukul 12.00 WIB dan diharapkan telah selesai pukul 16.00 WIB.
Ia menambahkan selama prosesi acara panitia juga akan bekerjasama dengan petugas medis untuk menyiapkan sarana pencegahan virus Corona di antaranya hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh bagi semua yang datang dalam Melasti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.